RADARSEMARANG.ID, Batang - Diam-diam Kabupaten Batang ternyata punya varietas durian khas. Salah satunya adalah Durian Bodrex.
Nama Bodrex sendiri adalah identik dengan obat sakit kepala. Nama Bodrex ini dipilih karena rasa durian ini dominan pahit, seperti kita minum obat Bodrex yang sudah nempel di lidah, tapi belum minum air.
Durian Bodrex berasal dari Pecalungan, dan hanya ada satu pohon saja di Desa Randu, Kecamatan Pecalungan. Pohon tersebut tumbuh di lahan yang mengandung kandungan sulfur cukup tinggi.
"Durian bodrex ini pahitnya nampol ciri-cirinya berbentuk lonjong kecil, tidak ada yang besar," kata Slamet Cahyo, 37, petani durian yang memiliki pohon Durian Bodrex tersebut.
Ukurannya kecil-kecil, rata-rata hanya 1,5 kilogram. Namun, walaupun berukuran kecil, sudah bisa membuat penikmatnya puas.
Slamet menjelaskan, pohon durian Bodrex itu usianya sekitar 40 tahun. Satu musim bisa berbuah sampai 200 buah durian. Semuanya pahit, tapi malah disukai para pecinta durin.
Durian itu diberi nama Bodrex karena rasa pahitnya. Seperti makan obat sakit kepala tanpa diberi air.
"Makan dua pongge durian saja sudah bisa membuat klenger. Harganya Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu-an saja," ujar Yanu Andria salah satu pedagang Durian Bodrex asal Kecamatan Pecalungan.
Ia menjelaskan jika durian tersebut tida boleh diborong tengkulak. Hanya bisa dibeli dalam jumlah sedikit saat sudah dipanen saja.
"Maniak-maniak yang sudah langganan biasanya selalu tanya apakah duriannya sudah dipanen atau belum" terangnya. (yan/bas)
Editor : Baskoro Septiadi