RADARSEMARANG.ID, BATANG - Setelah ramai penyebaran informasi tarikan iuran gamelan di satu sekolah, SMPN 1 Subah melakukan bantahan.
Komite sekolah menyatakan tidak ada pungutan untuk pembelian gamelan. Imbas kegaduhan di media sosial ini, rencana pengadaan seperangkat gamelan pun dibatalkan.
Seperti diketahui, beredar informasi di media sosial yang menyebutkan salah satu sekolah menarik iuran kepada wali murid.
Iuran disebutkan untuk pembelian gamelan sebesar Rp 100 juta. Sehingga banyak wali murid protes dan merasa keberatan.
Informasi itu dibantah oleh perwakilan komite sekolah. Mirza, perwakilan Komite Sekolah menyebutkan, dalam rapat pertemuan sekolah dengan wali murid tidak sampai menetapkan penarikan iuran kepada wali murid untuk pengadaan gamelan.
Karena belum ada keputusan final.
"Kita biasanya menunggu bantuan dari Pemda, dari provinsi juga alumni. Tapi kita belum tersampaikan ke para alumni," ujarnya sembari menunjukkan notulensi pertemuan dengan wali murid.
Pertemuan hanya melakukan sosialisasi rencana pengadaan seperangkat alat musik gamelan. Sehingga merinci perkiraan harga satu set gamelan sekitar Rp 100 juta. Belum ada keputusan apapun.
Sedangkan anggaran biasanya akan diajukan ke Pemda agar mendapatkan bantuan.
"Keinginan sekolah untuk mengadakan gamelan itu bukan dari sekolah, tapi memang dari komite," terangnya.
Komite ingin menindaklanjuti rencana yang tertunda karena pandemi Covid-19. Ia menjelaskan, pengadaan ini dianggap penting karena selama ini sekolah meminjam tempat di sekolah lain untuk belajar gamelan.
Padahal Ekstrakurikuler Gamelan cukup diminati para siswa.
"Karena ada gejolak, wacana-wacana tadi terpaksa kita batalkan," tegasnya. (yan/ton)
Editor : Agus AP