RADARSEMARANG.ID, Batang - Memperingati malam 1 Sura, Pemerintah Kabupaten Batang melakukan penjamasan berbagai pusaka di Pendopo Kabupaten, Selasa (18/7) malam. Salah satu pusaka yang dijamas adalah tombak Abirawa, pusaka kebanggaan Kabupaten Batang.
Sebelum dijamas, tombak Abirawa dikirab keliling wilayah kantor Pemda bersama pusaka lain.
Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, pada malam 1 Sura, pemda ikut nguri-uri budaya penjamasan pusaka dan pergelaran wayang kulit.
“Penjamasan berarti memandikan, membersihkan dan merawat sebagai wujud terima kasih menandai karya generasi pendahulu tetap diketahui oleh generasi berikutnya. Dengan uri-uri budaya penjamasan pusaka tombak Abirawa mempunyai jaringan rasa ikatan batin terhadap sejarah dan makna di balik benda pusaka,” kata Lani.
Menurutnya, penjamasan pusaka tidak sekadar membersihkan dan merawat benda pusaka saja. Tetapi memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam benda pusaka tersebut. Seperti sejarah hingga nilai seni yang menyertainya.
Sementara itu, Plt Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, penjamasan tidak hanya dilakukan malam itu. Tetapi juga pada pada pagi hari.
“Jadi penjamasan ini membersihkan setiap setahun sekali dengan air kelapa dan bunga melati, pusaka tersebut direndam agar menghilangkan minyak dan karat,” terangnya.
Ia menyebutkan, benda pusaka yang dijamas ada 55 tombak, 14 keris dan 1 pedang. Jumlah tersebut di luar tombak Abirawa yang disimpan di kantor Pemkab Batang. (yan/lis)
Editor : Baskoro Septiadi