Makanan berbahan baku singkong itu merupakan hasil panen warga setempat. Bumdes Cempaka Mulia bersama Pemdes dan warga bergotong royong membuat getuk raksasa. Getuk dibuat dengan cara tradisional, bahkan penumbukannya memakan waktu seharian.
Kirab gunungan getuk ini merupakan yang pertama kali digelar di sana. Antusias masyarakat sangat tinggi. Terbukti warga yang hadir tidak hanya dari desa setempat, tapi juga daerah lain.
"Alhamdulillah walaupun ini pertama kali digelar, tapi pengunjung cukup ramai dan antusias," tutur Direktur Bumdes Cempaka Mulia, Ipung Dasmui.
Alasan membuat gunungan getuk, kata Ipung, karena menganggap getuk sebagai simbol kekuatan dan kesederhanaan. Festival getuk raksasa ini akan menjadi agenda tahunan saat momen Syawalan. Melalui agenda tahunan itu, ia berharap perkembangan wisata Agro Ceko Park akan semakin ramai pengunjung.
Kepala Desa Cepokokuning, Maryadi mengatakan, pemilihan getuk pun sesuai dengan bahan baku tanam warga. Sebagian besar masyarakat Cepokokuning menanam singkong.
"Kenapa getuk, karena sebagian masyarakat atau sekitar 70 persen warga menanam singkong, dan hasilnya pun cukup melimpah, sehingga ini bisa menjadi ikon desa kami," terangnya. (yan/zal) Editor : Agus AP