Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bakal Dijadikan Ruang Terbuka Hijau, Pasar Plelen akan Direlokasi

Agus AP • Kamis, 16 Februari 2023 | 17:03 WIB
Pengambilan sumpah jabatan saat pelantikan Muhammad Zainudin sebagai anggota dewan pengganti antar waktu DPRD Kabupaten Batang. (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Pengambilan sumpah jabatan saat pelantikan Muhammad Zainudin sebagai anggota dewan pengganti antar waktu DPRD Kabupaten Batang. (RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Batang - Pasar Plelen, Kecamatan Gringsing, yang berada di persimpangan jalan masuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bakal direlokasi. Lokasi pasar bakal dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Butuh anggaran hingga Rp 16 miliar untuk Detail Engineering Design (DED)-nya.

Saat ini Pemkab Batang mendapat kucuran aggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 4 miliar. Anggaran itu bersumber dari tugas pembantuan APBN, digunakan untuk revitalisasi pasar baru di Desa Plelen.

“Pasar Plelen berdasarakan rencana detail tata ruang akan menjadi lahan terbuka hijau. Sehingga harus direlokasi. Rencana lahannya akan tukar guling dengan tanah kas desa,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Disperindagkop dan (UKM) Kabupaten Batang, Subiyanto, usai ekspos rencana pembangunan Pasar Desa Plelen di ruang Abirawa Kantor Bupati Batang, Rabu (15/2).

Relokasi pasar baru Plelen rencananya tidak jauh dari lokasi lama. Hanya 400 meter ke utara. Pihaknya menegaskan, sebelum pembangunan pasar relokasi dilakukan, harus ada kesepakatan tukar guling tanah. Antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa Plelen.

Pembangunan pasar baru tahun ini bakal menghabiskan anggaran Rp 4 miliar. Karenanya, proses tukar guling dan pengurukan tanah harus dirampungkan terlebih dahulu. Sementara kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

“Petunjuk dari Pj Bupati Lani Dwi Rejeki, tanahnya harus clear dulu. Artinya tukar menukar tanahnya selesai. Diperkirakan biaya tukar menukar, appraisal, tanah urug mencapai sekitar Rp 5 miliar, itu bersumber dari APBD perubahan 2023,” kata Subiyanto.

Namun, jika tahun ini persyaratanya tidak tercapai. Maka pemkab akan berkordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengagarkan pembangunan tersebut. Kemudian meminta tahun depan untuk diusulkan kembali.

“Anggaran Rp 4 miliar itu hanya untuk seperempat pembangunan pasar, karena anggaran DED-nya mencapai Rp 16 miliar,” ujarnya.

Pasar Plelen yang baru akan berubah menjadi tipe A. Bisa menampung 700 pedagang. Adanya pasar tipe A itu diharapkan menjadi pemasok kebutuhan pokok KITB di koridor timur. Harapanya dapat meningkatkan perokonomian masyarakat Batang. Terutama di Kecamatan Gringsing, Banyuputih dan sekitarnya. (yan/zal)

  Editor : Agus AP
#ruang terbuka hijau #Pasar Plelen direlokasi #Kecamatan Gringsing #Kawasan Industri Terpadu Batang #pasar plelen