Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kolaborasi Lembaga PAUD dan Orang Tua Melalui Strategi PULIR

Radar Semarang • Rabu, 6 Agustus 2025 | 18:13 WIB
Sholihatun, Mahasiswa S1 PGPAUD Universitas Ngudi Waluyo Semarang
Sholihatun, Mahasiswa S1 PGPAUD Universitas Ngudi Waluyo Semarang

Oleh: Sholihatun

RADARSEMARANG.ID—Kolaborasi adalah salah satu bentuk interaksi sosial, yang didalamnya terdapat aktivitas untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami aktivitas masing-masing. Kolaborasi menurut (Batoebara, 2021) adalah  usaha mencapai tujuan bersama yang melibatkan pembagian tugas masing-masing sesuai tanggungjawab agar tercapai tujuan yang diharapkan. 

Dalam istilah administrasi, kolaborasi diartikan sebagai usaha untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian tugas/pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan. Kolaborasi menurut Alwasilah dalam (Nugraha & Rahman, 2017) adalah suatu teknik pembelajaran bersama (social learning)  dengan kelebihan potensi dan kesenangannya setiap orang dengan komitmen dan niat untuk keberhasilan mencapai sebuah tujuan bersama.  

Kolaborasi antara orang tua dengan sekolah diharapkan memiliki dampak positif yang signifikan seperti peningkatan perkembangan sosial emosional anak, kemajuan dan kesuksesan belajar anak, mutu pendidikan dan kualitas pendidikan di sekolah. Hal ini membuktikan bahwa kolaborasi antara sekolah dengan orang tua memang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran maupun eksistensi lembaga yang semakin berkualitas dan bermutu, sehingga dibutuhkan strategi untuk mencapainya.

Strategi PULIR

Strategi yang dapat diterapkan adalah melalui strategi “PULIR”. Strategi “PULIR” dilakukan dengan berbagai macam kegiatan dan tahapan. Tahap pertama, dengan melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar sekolah melalui analisis SWOT.

Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internal sekolah, peluang dan ancaman eksternal yang dihadapinya. Kekuatan (Strengths) merujuk pada keunggulan atau sumber daya unik sekolah dibanding sekolah lainnya, yang memungkinkannya melayani kebutuhan pasar secara efektif. Ini adalah kompetensi inti yang memberikan keunggulan kompetitif.

Kelemahan (Weakness) adalah keterbatasan internal, seperti kekurangan sumber daya, keterampilan, atau kapabilitas, yang menghambat kinerja. Contohnya bisa berupa fasilitas yang kurang memadai, keterbatasan finansial, atau kelemahan manajemen/pemasaran.

Peluang (Opportunities) adalah situasi eksternal yang menguntungkan bagi sekolah, seperti perubahan teknologi atau hubungan yang lebih baik dengan masyarakat. Ancaman (Threats) adalah kondisi eksternal yang tidak menguntungkan dan dapat mengganggu posisi sekolah saat ini atau yang diinginkan, misalnya adanya regulasi pemerintah baru.

Tahap kedua, mengimplementasikan strategi “PULIR” yaitu melaksanakan kegiatan sesuai dengan polanya. Pola kegiatan PULIR terdiri atas: P atau Pertemuan Rutin melalui berbagai kegiatan seperti parenting, rapat rutin dan penerimaan rapor. U atau Usaha Bersama berupa pemberdayaan ekonomi bersama antara sekolah dan orang tua yang berbentuk baking class dan usaha konveksi.

L atau Libatkan orang tua dalam kegiatan seperti bermain bersama anak di kelas, menjadi pendamping di kelas anak pada proses pembelajaran, menjadi panitia dalam kegiatan sekolah, menjadi narasumber tamu di kelas anak maupun kelas orang tua, membentuk persatuan orang tua murid dan guru di setiap kelas.

I atau Interaksi positif, yaitu berkomunikasi dua arah, sehingga orang tua dapat lebih memahami kebutuhan anak dan sekolah serta memberikan informasi yang relevan seperti melalui media (FB, WAG, WEB).

R atau Refleksi adalah proses evaluasi dan umpan balik yang dilakukan secara berkala oleh pihak sekolah dan orang tua murid mengenai perkembangan, pembelajaran, dan pengalaman anak di lingkungan sekolah maupun di rumah dalam bentuk hari konsultasi, kunjungan rumah dan workshop.

Bagan strategi “PULIR”
Bagan strategi “PULIR”

Pengalaman penulis yang telah menerapkan strategi “PULIR” berdampak positif pada orang tua maupun sekolah. Seperti peningkatan kuantitas murid yang cenderung stabil bahkan mengalami kenaikan jumlahnya dan orang tua murid bisa menghasilkan tambahan pemasukan uang karena memiliki tempat untuk usaha katering. Selain itu, mutu sekolah juga tercatat baik yang mendapatkan predikat akreditasi dengan nilai A serta mendapatkan berbagai prestasi non akademik lainnya.

Lembaga pendidikan khususnya anak usia dini dipandang perlu meningkatkan kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat karena merupakan faktor penting dalam memperkuat posisi institusi yang berkualitas dan bermutu. Setiap program kolaborasi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas setidaknya memiliki keunikan maupun inovasi yang berbeda dengan lembaga lainnya. Untuk itu, diperlukan kesiapan yang matang mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sebagaimana strategi PULIR di atas. (*/aro)

Mahasiswa S1 PGPAUD Universitas Ngudi Waluyo Semarang

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#PAUD #refleksi #Universitas Ngudi Waluyo #SWOT