RADARSEMARANG.ID - APA yang menarik dari ikan-ikan Deni Setiawan? Ikan-ikan itu merupakan representasi intuisi masa silam.
Ia lahir dari rahim mitologi yang ditenun dari pengalaman historikal sekaligus refleksi seorang perupa cum akademisi ini.
Ia juga muncul sebagai sebentuk kegelisahan terhadap kepunahan atau sekurang-kurangnya ketercemaran sungai yang secara alamiah menjadi bagian dari kehidupan ikan, juga bagian masa lalu Deni.
Mitologi ikan di berbagai negara di dunia menunjukkan bagaimana ikan dihargai sebagai makhluk hidup.
Ikan malahan dipandang sebagai simbol kekuatan, keberuntungan, kehidupan, bahkan sebagai makhluk suci.
Mitologi ikan di seluruh dunia mencerminkan pentingnya unsur air dalam budaya manusia sebagai sumber kehidupan, keberuntungan, dan kekuatan spiritual.
Dalam budaya Tiongkok, ikan dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.
Salah satu mitos yang terkenal adalah kisah ikan koi.
Menurut legenda, koi yang berhasil berenang melawan arus air di Sungai Luo dan berhasil mencapai Gerbang Naga, akan berubah menjadi naga.
Kisah ini menggambarkan tekad, keberanian, dan keberuntungan.
Karena itu, koi sering dipiara di kolam rumah lantaran dipercaya membawa kesejahteraan, keberuntungan, dan kesuksesan.
Dalam ajaran Taoisme, ikan juga sebagai simbol Yin dan Yang –dua kekuatan kosmik yang kontras namun saling melengkapi. Ikan yang berenang bebas di dalam air melambangkan kedamaian dan harmoni alam semesta.
Di Jepang, ikan koi memiliki makna yang sangat mendalam, terutama terkait dengan kekuatan dan ketahanan.
Legenda koi yang menjadi naga juga dikenal luas di Jepang. Koi dipandang sebagai simbol keberanian, kesabaran, dan kemampuan untuk mengatasi rintangan besar dalam hidup.
Ikan Bunyip dalam cerita rakyat Aborigin Jepang juga merupakan makhluk gaib yang berasal dari air.
Ia dipercaya dapat membawa keberuntungan atau kesialan, bergantung pada keadaan.
Di tengah-tengah masyarakat Yunani kuno, ikan memiliki kaitan erat dengan Dewa Poseidon, dewa laut.
Dalam mitologi Yunani, ikan kerap kali muncul sebagai simbol dari dunia bawah laut yang penuh misteri dan kekuatan.
Salahsatu cerita terkenal adalah kisah Io, yang dikejar oleh Zeus dan berubah menjadi ikan untuk melarikan diri.
Ikan juga sering dikaitkan dengan kehidupan spiritual.
Contohnya dalam agama Kristen, ikan merupakan simbol Kristus, yang terlihat dalam simbol Ichthys, yang menggambarkan ikan sebagai simbol kedamaian dan keselamatan.
Di Mesir Kuno, ikan sering dikaitkan dengan dewa-dewa air, seperti Osiris dan Hapi, yang merupakan dewa Sungai Nil.
Hapi sering digambarkan sebagai tubuh ikan, yang melambangkan kekuatan dan kesuburan.
Sungai Nil yang subur dipercaya memberikan kehidupan kepada tanah Mesir, dan ikan sebagai bagian dari ekosistem air di Nil dianggap sebagai makhluk yang membawa kemakmuran dan keberhasilan dalam pertanian.
Di India, ikan sering kali muncul dalam mitologi Hindu. Ikan Matsya merupakan inkarnasi pertama Dewa Vishnu dalam agama Hindu.
Menurut legenda, Vishnu muncul sebagai ikan besar untuk menyelamatkan kitab-kitab suci (Veda) dan berbagai makhluk hidup dari banjir besar. Ikan Matsya melambangkan pelindung dunia dan pembersih kejahatan.
Ikan dalam budaya India juga dihubungkan dengan simbolisme kehidupan, kelahiran, dan kemakmuran. Ikan kerap kali ditemukan dalam berbagai relief kuil dan seni tradisional India.
Dalam mitologi Norse di Skandinavia, ikan sering kali dikaitkan dengan Dewa Laut Njord. Njord adalah dewa laut dan kekayaan yang sering digambarkan sebagai penguasa lautan dan perairan.
Dalam beberapa kisah, ikan dikaitkan dengan kemampuan Njord dalam memberikan kemakmuran kepada para pelaut dan nelayan. Ikan juga dipercaya sebagai simbol keberuntungan dalam perjalanan laut.
Demikian pula di beberapa suku di Afrika, ikan memiliki peran penting dalam cerita rakyat dan mitos mereka.
Salah satu cerita yang terkenal berasal dari suku Yoruba di Nigeria, yang memiliki dewa laut bernama Olokun.
Dalam mitologi Yoruba, ikan dianggap sebagai makhluk yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia roh dan alam semesta.
Olokun dikatakan memiliki kekuatan untuk mengendalikan kehidupan dan memberikan berkah kepada mereka yang memuja laut dan ikan.
Di Amazon, suku Yanomami dan Ticuna menganggap ikan sebagai makhluk yang memiliki kekuatan magis.
Dalam mitologi mereka, ikan dapat menjadi simbol kekuatan alam yang tak terjamah dan berhubungan erat dengan roh-roh leluhur.
Beberapa legenda juga mengisahkan tentang ikan raksasa yang dapat memberikan petunjuk atau mengabulkan doa bagi mereka yang memiliki hubungan spiritual yang mendalam dengan alamDi Polinesia, ikan memiliki peran sentral dalam kepercayaan spiritual.
Beberapa suku di Polinesia menganggap ikan sebagai utusan dunia roh atau sebagai petunjuk para dewa.
Ikan juga digunakan dalam berbagai upacara dan ritual untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan. Ikan seperti tuna atau marlin sering dianggap sebagai makhluk yang membawa berkah bagi pelaut.
Dalam budaya Maya dan Aztec, ikan memainkan peran dalam simbolisme air dan kelimpahan.
Dalam mitologi Aztec, ikan sering dianggap sebagai pembawa kehidupan dan keberuntungan. Dewa Tlaloc, dewa hujan dan kesuburan, sering digambarkan dengan ikan dan simbol air sebagai penghubung antara langit dan bumi.
Mitologi Ikan Nusantara
Sebagaimana di berbagai belahan dunia lainnya, mitologi ikan di Nusantara memiliki beragam cerita yang mengandung makna simbolis, religius, dan budaya.
Ikan sering kali dihubungkan dengan unsur air, kehidupan, dan kekuatan gaib dalam berbagai cerita rakyat dan mitos yang berkembang di berbagai daerah di negeri ini.
Beberapa mitologi ikan di Nusantara meliputi peran ikan dalam kehidupan sehari-hari serta kaitannya dengan dewa, roh, dan makhluk halus.
Meski berasal usul dari Tiongkok, mitos ikan naga sangat populer di beberapa wilayah di Nusantara, khususnya di Bali dan daerah pesisir.
Sebagaimana pada bagian awal catatan ini dikemukakan bahwa dalam mitologi Tiongkok, ikan naga dipercaya dapat berubah menjadi naga jika mampu melewati gerbang Naga –sebuah cerita yang juga ditemukan di Bali.
Ikan yang kuat dan memiliki kemampuan untuk berubah menjadi naga ini melambangkan kekuatan, keberanian, dan kesuburan.
Banyak warga masyarakat di Nusantara menganggap ikan sebagai makhluk yang membawa keberuntungan dan kekuatan.
Di Bali, ikan memiliki simbolisme religius yang kuat. Dalam ajaran Hindu Bali, ikan sering dipandang sebagai makhluk yang melambangkan kehidupan dan keberlanjutan.
Ada cerita rakyat yang mengisahkan tentang ikan yang membawa berkah atau ikan yang menjadi media untuk komunikasi dengan dewa.
Salah satunya yang terkenal adalah kisah Ikan Baruna, yang dikaitkan dengan Dewa Laut.
Dalam mitologi ini, Ikan Baruna merupakan kendaraan Dewa Baruna, Dewa laut dalam ajaran Hindu. Cerita ini berperan penting dalam ritual adat dan kehidupan spiritual masyarakat Bali.
Di Sumatera, terutama di kalangan suku Melayu dan Minangkabau, terdapat kisah tentang ikan lele yang menjadi tokoh penting. Ikan lele dipercaya memiliki kekuatan magis, mampu membawa berkah, bahkan menyembuhkan penderita penyakit.
Suku Minangkabau menganggap lele sebagai simbol ketabahan dan kesabaran. Beberapa legenda mengisahkan lele dapat berubah menjadi manusia untuk menyelamatkan orang-orang yang terancam bahaya.
Tuntung atau kura-kura juga sering muncul dalam cerita rakyat Sumatera. Dalam beberapa cerita, ikan tuntung melambangkan kesetiaan, kedamaian, dan hubungan antara dunia manusia dan dunia roh.
Suku Dayak di Kalimantan juga memiliki mitologi yang berkaitan sangat erat dengan ikan dan kehidupan air. Salah satu ceritanya tentang ikan raksasa yang muncul dari perut bumi untuk menciptakan dan mengatur kehidupan.
Ikan dalam cerita ini sering dianggap sebagai makhluk primordial yang memiliki peran besar dalam penciptaan alam semesta. Kehadiran ikan ini menjadi lambang kekuatan alam yang tak terbatas dan kedamaian antara manusia dan alam.
Adapun di Sulawesi, terutama di kalangan suku Bugis-Makassar, ikan berhubungan erat dengan simbolisme laut dan perdagangan. Laut dianggap sebagai sumber kehidupan yang menyediakan ikan, yang juga menjadi salah satu makanan utama masyarakat pesisir.
Dalam mitologi mereka, ikan juga dianggap sebagai penuntun roh atau menjadi simbol perjalanan spiritual. Ikan Budi dalam mitologi Bugis, misalnya, dianggap sebagai pelindung dan pembawa berkah bagi mereka yang berlayar.
Banyak suku di Nusantara mengadakan ritual atau upacara yang melibatkan ikan sebagai bagian dari persembahan atau simbol untuk menghormati kekuatan alam atau dewa-dewa. Di beberapa daerah pesisir, ikan digunakan dalam upacara adat untuk memohon keselamatan atau untuk mengusir roh jahat.
Ikan dipercaya dapat membawa pesan dari dunia roh atau digunakan sebagai penawar bencana alam, seperti banjir atau kekeringan.
Di beberapa daerah, ikan juga sering dikaitkan dengan cerita rakyat tentang asal-usul atau kehidupan manusia.
Misalnya, dalam legenda dari Bali, ada cerita tentang ikan mas yang dapat memberikan keberuntungan kepada mereka yang berhasil menangkapnya, atau dalam cerita rakyat Maluku yang menggambarkan ikan sebagai pemberi kehidupan yang melambangkan hubungan harmonis antara manusia dengan alamSimbolisme Jawa
Dalam mitologi Jawa, ikan memiliki berbagai makna dan simbolisme yang sangat penting, terutama terkait dengan konsep kehidupan, keberkahan, dan kekuatan spiritual.
Ikan dalam budaya Jawa bukan sekadar makhluk laut atau air tawar. Ikan kerap kali dianggap sebagai simbol kekuatan gaib, keberuntungan, dan hubungan antara dunia manusia dengan dunia roh.
Ikan dalam mitologi Jawa sering kali dianggap sebagai simbol keberkahan, kesejahteraan, dan kemakmuran.
Keberadaan ikan yang melimpah di dalam perairan seperti sungai atau laut diyakini mencerminkan sumber kehidupan yang tidak terputus.
Dalam beberapa cerita rakyat, ikan dipercaya sebagai makhluk yang membawa rezeki dan kebahagiaan. Karena itu, ikan sering muncul dalam berbagai upacara atau ritual untuk memohon keberkahan.
Di dalam kepercayaan Jawa, ikan juga dapat menjadi representasi kekuatan gaib atau roh-roh yang memengaruhi alam semesta. Ikan kadang-kadang dianggap sebagai kendaraan atau penjelmaan dewa-dewa atau roh leluhur.
Contohnya dalam beberapa cerita rakyat atau legenda, ada kisah tentang ikan yang menjadi wahana para dewa untuk turun ke bumi atau simbol kekuatan yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia roh.
Salah satu mitos yang sangat terkenal adalah tentang ikan naga atau ikan raksasa. Ikan naga dalam mitologi Jawa sering kali berhubungan dengan kekuatan besar dan keberadaan dunia gaib.
Dalam beberapa cerita, ikan naga ini dipercaya memiliki kemampuan untuk mengubah nasib, memberikan perlindungan, atau membawa keberuntungan bagi mereka yang berhasil menemukannya atau memanfaatkannya dalam upacara tertentu.
Ikan naga juga sering digambarkan sebagai makhluk yang sangat kuat, yang dapat mengendalikan perairan atau alam secara keseluruhan.
Beberapa cerita rakyat Jawa, seperti legenda Rawa Pening, mengisahkan tentang ikan yang memiliki kekuatan atau hubungan dengan kehidupan manusia. Dalam cerita ini, ikan menjadi bagian dari alam dan kehidupan masyarakat sekitar, yang sering kali memberikan pelajaran moral tentang keselarasan antara manusia dan alam. Ikan dalam cerita rakyat juga sering dipandang sebagai makhluk yang hidup dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia gaib.
Ikan sering digunakan dalam berbagai upacara adat atau ritual Jawa sebagai simbol persembahan kepada dewa-dewa atau leluhur.
Dalam berbagai upacara seperti slametan atau sedekah bumi, ikan digunakan sebagai bagian dari sesaji untuk memohon agar diberikan keselamatan, kelimpahan hasil bumi, atau untuk menjaga keseimbangan alam.
Ikan dalam konteks ini dianggap sebagai perantara atau simbol penghormatan terhadap kekuatan alam dan spiritual.
Dalam filosofi Jawa, ikan sering kali melambangkan kehidupan yang selalu mengalir, tak terputus, dan terus berkembang. Ikan yang berenang di dalam air menggambarkan seseorang yang harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dan terus bergerak maju dalam kehidupan.
Ikan juga melambangkan sifat sabar dan gigih, karena ikan harus berenang melawan arus atau bertahan di lingkungan yang penuh tantangan.
Badher Bang Sisik Kencana
Menyaksikan puluhan, bahkan ratusan lukisan ikan karya Deni Setiawan, saya serasa menyimak kembali lakon Badher Bang Sisik Kencana.
Ini merupakan cerita carangan yang bersandar pada babon wayang Mahabharata. Lakon ini mengisahkan permintaan Sembadra kepada Arjuna untuk mempersembahkan ikan Badher Bang Sisik Kencana.
Gareng sebagai abdi setia Arjuna terlibat dalam pencarian ikan bersisik emas ini dengan turut menjala, sementara Sembadra yang semula menunggu di keputren ilang tanpa pepoyan (hilang tanpa diketahui rimbanya).
Adapun jala yang digunakan bernama Jala Sutra Trampang Kencana, pemberian Begawan Abiyasa. Jala tidak boleh robek. Barang siapa merusakkan, nyawa taruhannya.
Tanpa sengaja, Gareng telah membuat jala rusak. Akibatnya, salah satu panakawan itu dilarung ke laut.
Gareng terempas ke pinggir pantai dan bertemu dengan Sembadra yang sedang menunggu Prabu Pragolamanik yang sedang menyelam dengan melepaskan busananya.
Busana Prabu Pragolamanik asli dipakai oleh Gareng yang berubah wujud menjadi Prabu Pragolamanik palsu.
Akhirnya berkat jasa Gareng, Arjuna setelah melakukan perburuan yang mengharu biru di samodera pencarian, berhasil menemu Badher Bang Sisik Kencana dan bertemu kembali dengan Sembadra untuk mempersembahkan ikan istimewa itu.
Pada akhirnya pula, mari kita nikmati gambar-gambar ikan Deni Setiawan seraya menyelami samodera intusisi masa silam dan selubung mitos, entah pengukuhan atau sebaliknya: pembebasan, yang tak kalah memikatnya untuk disingkap.
Catatan Sucipto Hadi Purnomo*)
Sanggar Ciptaning, 26 November 2024
*) Pengajar Program Doktor Pendidikan Seni Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang; aktivis kebudayaan.
Editor : Tasropi