RADARSEMARANG.ID, Nasib Lady Sandi dalam hal percintaan tidaklah mujur. Belum lama menikah, tapi suaminya meninggal.
Ia pun harus mengurus anaknya yang masih balita. Ditambah hidup sebatang kara di perantauan.
Kondisi ini tentu menyulitkan. Mengurus anak juga mencari uang. Ketika ada pria yang mendekat, apalagi masih punya istri, bakal dicap pelakor. Dikira merebut suami orang. Padahal hanya rekan kerja.
Karena itu ia memutuskan untuk kembali membina rumah tangga. Bertemu lah Lady dengan John Dori.
Berharap kehidupannya bakal berubah. Hidup damai, bahagia, dan dari segi keuangan berkecukupan. Nyatanya itu hanya impian. John justru membuat hidupnya semakin susah.
Perlakuan John setelah menikah berbanding terbalik dengan sikapnya dulu. John yang baik hati dan perhatian, kini menjadi seseorang yang kasar dan temperamental.
Nasi sudah menjadi bubur. Kini Lady hanya bisa menyesali sikap gegabahnya. Terburu-buru menikah, nyatanya membuat hidupnya tambah ajur.
Bukannya hidup tenang malah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Karena itu, hari-harinya menjadi tidak tenang. Diselimuti kegelisahan. Kerja tak jenak. Juga kepikiran anak. Takutnya ikut menjadi korban.
"Apes, niat nikah buat bantu ngurus biaya anak, malah nombok buat berobat," ungkap Lady.
Ditambah lagi, John ternyata orang yang bermasalah. Lady baru tahu setelah menikah. Banyak yang mencari keberadaan suaminya buat nagih utang.
Ia sering mendaoat ancaman. Dikira menyembunyikan John Dori. Padahal ya memang jelas-jelas tidak tahu.
Karena itu Lady memutuskan untuk bercerai. Kini proses persidangan masih berlangsung di Pengadilan Agama. Untuk kedua kalinya, ia gagal berumah tangga. Memang berat, karena ia bakal menjadi janda lagi.
"Jadi janda lagi nggak papa lah, yang penting nggak dicari-cari rentenir," ungkapnya sembari ketawa. (kap/ton)
Editor : Agus AP