Pernikahan keduanya pun berakhir ambyar di Pengadilan Agama. Mempertahankan komitmen memang tidak mudah. Begitu pula dengan istrinya.
Apalagi sudah tak ada benih-benih cinta di hati Lady. Pastinya sangat sulit untuk dipertahankan. Perpisahan pun dipilih sebagai akhir dari pernikahan.
Bukan tanpa alasan. Lady meninggalkan suaminya karena bertemu dengan pria idaman lain (PIL). Namanya Betrand, yang tak lain adalah mantan kekasihnya di masa sekolah. Karena suaminya kalah mapan dengan sang mantan. Lady pun memilih kembali ke pelukan Betrand.
“Ya kalau istri penginnya gitu, mau gimana lagi,” keluh John.
Ayah satu anak ini sudah lelah mengurus sang istri yang melenceng terhadap kewajibannya. Bukannya menjalankan peran sebagai ibu, Lady justru asyik berkencan. Kerjaannya hanya jalan-jalan dan berbelanja.
John memang sadar diri. Pekerjaannya sebagai buruh pabrik tidak bisa diandalkan. Untuk makan dan biaya sekolah saja pas-pasan. Mana mungkin ia bisa memberikan uang berlebih. Belum lagi permintaan mertuanya. Jarang ia bisa menurutinya.
“Dia pengusaha, saya buruh pabrik, mana bisa disejajarkan,” katanya.
Akibatnya, sang mertua juga mendukung hubungan gelap anaknya (Lady). Karena itulah, John putus asa. Beberapa kali ia memergoki sang istri jalan dengan pria lain. Sedangkan sebagai suami, ia tak bisa apa-apa. Parahnya lagi, sang mertua sering membanding-bandingkan dirinya dengan Betrand.
“Realistis aja lah, sekarang dia bisa ngasih apa yang mertua minta. Ya pasti jelas pada pilih Betrand,” ujarnya.
Bertahan sendiri membuat John semakin sakit hati. Ia pun memilih untuk mengakhiri rumah tangganya. Kini, keduanya sedang menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama Semarang. Meskipun demikian, hak asuh anak masih menjadi permasalahan hingga saat ini.
“Kehilangan istri nggak masalah, tapi kalau anak saya nggak mau,” kata John keukeh. (kap/aro) Editor : Agus AP