Awal menikah biduk rumah tangganya berjalan bahagia. John bekerja, Lady juga demikian. Namun ketika Lady jatuh sakit, suaminya berbuat ulah. Kondisi ekonomi keluarganya juga terkena dampak karena ia harus berhenti bekerja.
Bukannya tambah perhatian dan prihatin dengan kondisi keuangan, John justru suka kelayapan dan pergi bersama teman-temannya hingga larut malam.
“Jane ki ya wis tuo, tapi kelakuane iseh koyo bocah. Kelayapan ora reti wayah,” jelas Lady.
Dari sini pertengkaran dalam rumah tangga sering terjadi. Hal ini yang memicu rumah tangganya berakhir di sidang perceraian. Sifat John yang masih kekanak-kanakan membuat Lady tak tahan. Setiap hari kerjaannya hanya keluyuran, minum-minuman, dan main judi. Tak sekalipun John peduli terhadap keluarganya.
Tak hanya itu, suami Lady ini juga tidak pernah memberikan nafkah. Untuk memenuhi kehidupan rumah tangganya, Lady menggunakan uang tabungannya selama bekerja.
“Dari awal nikah juga nggak pernah ngasih nafkah. Kalau minta jatah aja gercep, giliran diminta nafkah malah menghindar. Pas saya masih kerja dulu ada pemasukan, kalau gini lama-lama habis uang saya,” keluhnya.
Beberapa kali Lady menasehati suaminya dan berbicara empat mata. Tapi, tetap saja tidak mempan. Setelah memantapkan hati, ia pun mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Semarang. Pernikahan yang baru berjalan satu tahun itu pun ambyar. Meski John menolak, Lady tetap bersikukuh untuk melanjutkan gugatannya.
“Nyesel saya nikah sama dia. Tahu gini mending nikah sama yang lain,” kata Lady. (kap/aro) Editor : Agus AP