Siapa yang tahu, perjodohan tidak selalu berdampak baik. Alih-alih merekatkan persaudaraan, ini malah jadi bubar di jalan. Hubungan rumah tangganya ambyar.
Usahanya mencintai suami, John Dori tak membuahkan hasil. Ia kesulitan beradaptasi, baik dengan John maupun dengan keluarganya. Mereka masih saja menjadi orang asing.
Memang sejak awal dikenalkan oleh orang tua mereka, keduanya tidak pernah mencoba melakukan pendekatan. Jarang berkomunikasi. Bahkan segala bentuk persiapan pernikahannya sudah disediakan orang tua.
Tidak adanya kedekatan satu sama lain inilah yang mengakibatkan mereka menjalani biduk rumah tangga penuh tekanan. Namun Lady memilih diam, setidaknya tidak menimbulkan keributan.
Di sisi lain, meski tak menginginkan pernikahan ini, namun Lady tetap memiliki hak sebagai seorang istri. Salah satunya pemenuhan nafkah batin.
“Kalau soal uang, mertua saya sangat peduli. Saya dikasih terus, tapi kalau kasih sayang dari suami tidak ada,” ujarnya.
John juga nampak keberatan dengan dibangunnya rumah tangga secara paksa ini. Barangkali ia juga sama-sama kecewa, sehingga enggan menggauli istrinya.
“Ya, ini salah satunya yang membawa saya ke sini, ada alasan kuat,” katanya saat mendaftarkan perkara di Pengadilan Agama Kota Semarang didampingi kuasa hukum.
Menurutnya, ia berhak bebas mendapatkan kebahagiaan. Karena selama ini, ia tertekan hanya karena menuruti keinginan orang tua. Tak dipungkiri, ia merasa bersalah telah berlarut-larut membohongi orang tuanya jika ia bahagia. “Padahal gak sama sekali,” tambahnya.
Untuk langkah ini, ia terlebih dulu meminta izin. Biarpun tak disetujui, namun ia tetap nekat, karena tak mau mengorbankan kebahagiaannya lagi. Setidaknya, ia ingin mandiri tanpa diatur. Begitupun dengan John. Ia tak keberatan dengan apa yang diajukan Lady. Toh selama ini keduanya juga memang tak ada ikatan cinta.
“Setelah tahu kalau Mas John gak keberatan, saya langsung memproses perceraian ini,” tandasnya. (ifa/aro) Editor : Agus AP