“Sudah dua minggu ini agrowisata Goa Kreo mengadakan pentas seni. Jadi saat libur Nataru tiba, tidak ada kegiatan apapun disini,” kata Kepala UPTD Kreo dan Agrowisata Mamet Sumitra, 49.
Pihaknya sengaja menghindari kerumunan di saat libur Nataru. Sebagaimana instruksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Tetap mematuhi aturan PPKM level I dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. “Jumlah pengunjung selama libur Nataru dibatasi hanya 75 persen,” tambahnya.
Selain memantau para pengunjung dengan aplikasi Peduli Lindungi, pihaknya menambah tempat untuk mencuci tangan dan mewajibkan pengunjung memakai masker. “Kami memperbolehkan pengunjung yang sudah vaksin minimal satu kali dengan tetap mematuhi prokes ketat,” tambahnya.
Sementara itu, agrowisata Goa Kreo kini telang mengantongi sertifikat CHSE. Yakni sertifikat yang menjadi salah satu persyaratan setiap wisata selama pandemi Covid-19. Ini menyangkut kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keramahan lingkungan di lokasi wisata. “Sertifikat ini adalah upaya Pemkot semarang agar para wisatawan lebih nyaman untuk berwisata di Goa Kreo,” ujarnya. (cr2/ida) Editor : Agus AP