MBG dari SPPG Lempongsari Semarang Disetop, Kantin Laris Manis

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pagi itu, suasana kantin SD Negeri Lempongsari tampak lebih ramai dari biasanya.
Anak-anak berkerumun di depan etalase jajanan, sebagian memegang uang saku, sebagian lain mengantre membeli minuman dan makanan ringan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasanya mereka terima pukul 07.00 pagi, tetapi hari itu tak datang.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Senin (30/3) pukul 08.30, kondisi kantin justru kembali seperti sebelum ada program MBG.
Anak-anak tetap jajan, berbincang, dan memilih makanan sesuai selera mereka.
Penghentian sementara distribusi MBG membuat kantin kembali menjadi tumpuan utama siswa untuk makan di sekolah.
Guru Kelas V SD Negeri Lempongsari, Umi Mahmudah, menuturkan, polemik MBG sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Keluhan terkait kualitas makanan sudah disampaikan sejak akhir 2025.
"Namun, perbaikan yang dilakukan tidak bertahan lama," tuturnya.
Ia menjelaskan, beberapa menu yang diterima siswa dinilai tidak sesuai standar makanan bergizi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




