Proses evakuasi berlangsung dramatis. Para anggota SAR, dibantu relawan, dan petugas kepolisian bekerja keras untuk membongkar bongkahan batu dan tanah yang masih berada di dalam truk yang terguling. Selain itu, juga untuk mencari celah supaya SGR mendapat udara. Bahkan, harus juga dibantu diberikan saluran oksigen yang terhubung ke mobil petugas kesehatan.
"Dia posisinya tertelungkup, tapi tidak terjepit. Untungnya ada mesin yang bisa menahan bodi dump truk tadi," ungkap Kepala Kantor Semarang, Terus Suhartanto, yang memimpin proses keselamatan dilokasi kejadian, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (7/5) kemarin.
Awalnya, proses evakuasi hanya mengandalkan tenaga manusia. Kemudian kurang lebih selang satu jam, datang dua alat berat yang diperbantukan di lokasi untuk menarik dan mengangkat bodi truk dump. Namun demikian, proses ini masih berlangsung lama dan perlu kehati-hatian mengingat korban SGR masih terperangkap di dalam mobil Agya.
"Kendalanya, memang ruangnya sempit terbatas. Kita butuh mengangkat sedikit (material batu pasir) untuk memberikan ruang korban (selamat). Jadi kita mengamankan yang dibawah supaya tidak roboh kembali," bebernya.
Setelah dilakukan upaya keras, korban berhasil dievakuasi dengan selamat sekitar pukul 15.30. Korban SGR pun diangkat dan wajahnya nampak tersenyum simpul, meski sedikit menahan rasa sakit. Namun tidak terlihat, adanya luka parah di tubuh bocah berkacamata ini.
"Kejadian jam 12, sampai sekarang 3 jam , Alhamdulillah kerjasama tim, bisa berhasil dievakuasi dengan selamat. Kondisinya masih sehat, masih stabil, masih bisa memanggil orang tuanya," jelasnya.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari warga yang mengerubuti lokasi kejadian. Kemudian korban dimasukkan ke dalam mobil kesehatan dan dlakukan pemeriksaan media sementara. Selanjutnya, dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna dilakukan perawatan lebih lanjut. (mha/bas) Editor : Agus AP