Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

1.000 Ojol Perempuan Berkebaya dan Menari di Kelenteng Sam Poo Kong

Agus AP • Senin, 22 Mei 2023 | 16:39 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen hadir untuk mendengarkan keluh kesah pengemudi ojol perempuan di Kelenteng Sam Poo Kong Minggu (21/5). (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen hadir untuk mendengarkan keluh kesah pengemudi ojol perempuan di Kelenteng Sam Poo Kong Minggu (21/5). (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 1.000 pengemudi ojek online perempuan berkebaya menari di Kelenteng Sam Poo Kong Minggu (21/5). Ojol perempuan ini berusaha tampil cantik mengenakan kebaya. Tak lupa mereka juga memakai jaket kebanggaan sesuai dengan mitra masing-masing.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turut hadir membuka kegiatan. Gus Yasin mengingatkan masyarakat agar menghormati driver ojol perempuan. Mereka sudah mau berkorban dengan bekerja sebagai ojol, demi kelangsungan hidup keluarganya. Pesan tersebut disampaikan wagub yang sering menerima aduan bahwa ojol perempuan mendapat perlakuan yang tidak baik dari penumpangnya.

"Kita sering nongkrong di rumah dan mereka menyampaikan keluh kesahnya. Salah satunya adalah terhadap ojol wanita, yang mana mereka masih sering mendapatkan (perlakuan) oleh warga yang mengarah kepada pelecehan seksual," tuturnya.

Jika mendapatkan perlakuan tidak baik, wagub meminta agar driver ojol yang menjadi korban berani untuk melapor. Di Pemprov Jateng, bisa melapor ke DP3AP2KB. "Biasanya mereka juga takut untuk menyuarakan, mengadukan.

Tidak perlu khawatir, saat ini pengadu itu dilindungi kok identitasnya. Mereka mau melaporkan kejadiannya di mana, supaya ini berdampak terhadap kejeraan terhadap pelecehan seksual, terhadap wanita," tuturnya

Salah satu driver Diva mengaku sudah sejak 2018 menekuni pekerjaan ini. Ia juga pernah mengancam penumpang laki-laki lantaran dilecehkan. Seperti dipegang dan digoda secara verbal.

Selama ini, ketika mereka mendapat ancaman, para driver ojol perempuan memanfaatkan fitur pusat bantuan yang disediakan provider aplikasi masing-masing. Di samping itu, mereka memiliki grup whatsapp ojol khusus perempuan. Ketika mendapatkan order, mereka share loc. Sehingga, jika terjadi kendala, cepat mendapat bantuan. (kap/ton) Editor : Agus AP
#pengemudi ojek online #ojol perempuan