Info yang beredar menyebut bahwa Ibu Ida Dayak akan menggelar pengoabatan di gedung Gris Pedurungan dan Alon-Alon Kauman mulai Senin, 8 April 2023 hingga beberapa hari ke depan. Sejak pagi hari, puluhan waga sudah berdatangan. Mereka mengaku mendapat info tersebut dari grup informasi di media sosial, FB.
Warga yang mendatangi lokasi rata-rata dengan keluhan sakit tulang dan berusia lanjut. Mereka berharap bisa diobati oleh Ibu Ida Dayak. Namun, harapan mereka pupus setelah mendapat informasi bahwa info yang menyebut Ibu Ida Dayak membuka pengobatan di Gris dan Alon-Alon Kauman adalah tidak benar alias hoax.
Sejumlah petugas kepolisian tampak membantu warga dengan memberi penjelasan dan menyarankan untuk kembali ke rumah. Polisi juga meminta masyarakat untuk tidak termakan informasi hoax yang bertebaran di media sosial.
Sebelumnya beredar info di kanal-kanal komunitas informasi di media sosial yang menyebut bahwa Ibu Ida Dayak akan menggelar pengobatan gratis di Semarang pada 8 April 2023 hingga beberapa hari kemudian. Meski sudah banyak yang meragukan, bahkan mengingatkan bahwa info tersebut tidak benar, namun masih saja ada warga yang mempercayai informasi tersebut.
Sebelum ini juga beredar infomasi bahwa Ibu Dayak akan menggelar pengobatan pada 1-4 Mei 2023 lalu, namun kabar tersebut dipastikan hoax.
RADARSEMARANG.ID bahkan menelusuri nomor telepon yang tercantum di info tersebut dan sama sekali tidak bisa dihubungi. Diduga nomor telepon yang beredar adalah abal-abal.
Sementara Ratusan orang kecele, akibat informasi hoax pengobatan Ida Ida Dayak di depan Alon-alon Masjid Agung Kota Semarang Senin (8/5/2023). Mayoritas berasal dari luar kota bahkan telah merelakan waktu libur kerja hingga menyempatkan menginap di hotel.
Menurut salah satu warga sekitar Edi, sejak subuh sudah dipadati orang-orang yang hendak berobat. Kendaraan sudah terparkir memadati area alon-alon. Banyak pasien yang sudah mengantre mulai dari lumpuh hingga stroke.
"Banyak dari Salatiga, Ungaaran, Blora, Cepu bahkan Brebes, Pekalongan bahkan hingga Bandung dan beberapa kota di Jawa Timur seperti surabaya," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Para pendatang, lanjutnya, sampai rela menginap di hotel sekitat alon-alon. Mereka termakan informasi hoax yang beredar di media sosial. Selain itu juga dari mulut-ke mulut dan status WhatsApp. "Padahal kalau memang beneran ada pengobatan pasti ada persiapan pengamanan dan lain-lain. Tapi kan gak ada sama sekali," tandasnya. (isk/mia/bas)
Editor : Agus AP