Kegiatan Salat Idul Fitri di Halaman Balaikota Semarang berjalan sangat khidmad. Salat dimulai pada pukul 06.15 hingga 07.00. Dipimpin oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia, Prof Dr KH Noor Achmad.
Dalam khutbahnya, Prof Dr KH Noor Achmad mengungkapkan rasa syukurnya dengan penuh kegembiraan, persaudaraan dan kekhusyukan karena dapat menghadiri Salat Idul Fitri di Halaman Balai Kota.
"Kebahagiaan ini merupakan hasil dari perjuangan kita dalam melampaui pelatihan fisik dan mental selama satu bulan Ramadan. Sekarang kita patut bergembira karena telah berhasil menambah pundi-pundi pahala, dan pengampunan dosa oleh Allah SWT," tuturnya.
Lebih lanjut, Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai berakhirnya puasa dan kembali hidup secara normal. Namun, kembali suci seperti bayi yang baru lahir. "Kesucian ini harus disempurnakan dengan menyelesaikan persoalan yang ada dengan saling memaafkan," jelasnya.
Momentun Idul Fitri harus menjadi media dalam meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah. Sebagai umat Islam, mari kita saling memahami, kata dia, dan memperkuat persatuan melalui berbagai syiar yang ada. "Seperti menaati perundang-undangan yang berlaku di NKRI, penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah, karena hal ini jelas diajarkan oleh syariat Islam," ajaknya.
Setelah prosesi Salat Idul Fitri, para jamaah melakukan halal bi halal. Mereka saling bersalaman baris mengular untuk untuk menyalami Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu di depan pintu masuk Balai Kota Semarang. (fgr/bas) Editor : Agus AP