Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Curah Hujan Tinggi di Semarang Selama Sepekan, Begini Penjelasan BMKG

Agus AP • Rabu, 1 Maret 2023 | 21:56 WIB
Busana batik rancangan Miss Ayoe dan Nasrul Arif mengusung tema Asem Semarangan yang dipamerkan di kawasan Kota Lama kemarin. (NUR CHAMIM/Jawa Pos Radar Semarang)
Busana batik rancangan Miss Ayoe dan Nasrul Arif mengusung tema Asem Semarangan yang dipamerkan di kawasan Kota Lama kemarin. (NUR CHAMIM/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan yang terus mengguyur Kota Semarang dan sekitarnya beberapa hari ini berkemungkinan akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan. Meningkatnya intensitas hujan terjadi akibat adanya faktor angin muson barat yang bergerak dari arah barat atau wilayah Asia yang biasanya berlangsung dengan rentang waktu cukup lama.

“Memang muson Asia lebih menguat untuk wilayah Indonesia, tepatnya juga di wilayah Jawa Tengah khususnya,” ungkap Anistia, Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Semarang saat ditemui di Kantor Stasiun Meteorologi Semarang,

Ia mengungkapkan adanya penumpukan angin yang masuk dari wilayah barat yang bergerak ke atas dan membentuk awan kompektif atau awan hujan. Kelembapan udara yang tinggi menjadi faktor terjadinya intensitas hujan yang cukup tinggi, ditambah uap air yang dibawa melalui awan yang melintas dari Samudera Pasifik menuju wilayah Semarang dan sekitarnya.

Anistia, mengatakan bahwa umum terjadi di setiap musim penghujan mengingat bulan Desember hingga Februari menjadi puncak musim penghujan dengan intesitas hujan sedang hingga tinggi. Puncaknya terjadi pada bulan Februari yang umumnya memiliki intensitaf hujan yang sangat tinggi.

Namun, ia menjelaskan bahwa tidak semua daerah di Jawa Tengah diguyur hujan dengan intensitas yang merata. Faktor topografi seperti daerah pegunungan tentunya memiliki intensitas hujan yang cukup tinggi ketimbang daerah lainnya seperti daerah dataran rendah.

“Topografi memang faktor utama. Tapi tentu ada hal yang membedakan (terjadinya hujan). Bila dilihat secara klimatologis, rata-rata hujan intensif terjadi di daerah pegunungan tengah” Tambahnya.

Memasuki bulan Maret yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, Anistia mengungkapkan bahwa kemungkinan hujan masih terjadi. Tetapi terjadi penurunan intensitas hujan dan tidak seintensif seperti bulan Februari lalu.

Hujan deras yang terus mengguyur di wilayah Kota Semarang cukup mempengaruhi masyarakat dalam beraktivitas di luar rumah, Anistia mengimbau warga supaya lebih berhati-hati saat berkegiatan diluar rumah karena cuaca yang tak menentu ditambah lagi licinnya jalan akibat hujan yang membuat risiko kecelakaan jauh lebih tinggi ketimbang biasanya. (mg13/mg17) Editor : Agus AP
#curah hujan semarang #cuaca hari ini #cuaca semarang #curah hujan tinggi #BMKG