Salah satunya Sungai Pacar, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. Permukaan sungai ini banyak ditumbuhi enceng gondok sepanjang kurang lebih 250 meter.
Tentu saja, hal ini membuat aliran sungai menjadi tidak lancar. Selain itu, sungai rawan meluap jika banjir. Apalagi banyak sampah plastik nyangkut di ‘hutan’ enceng gondok tersebut.
Kemarin (11/1), petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengerahkan alat berat untuk membersihkan tumbuhan air tersebut.
Koordinator Wilayah Timur Bidang SDA DPU Kota Semarang Ari Setiobudi menjelaskan, pembersihan enceng gondok dan sampah dilakukan di tiga lokasi.
Yakni, sungai di Karangroto, Sungai Tenggang Kaligawe, dan Sungai Pacar Kelurahan Tambakrejo. "Ini merupakan salah satu penyebab banjir. Karena aliran air menuju pompa penyedot terhambat enceng gondok dan sampah," jelasnya.
Dikatakan, normalisasi Sungai Pacar dilakukan sejak 6 Januari lalu menggunakan spider backhoe, alat berat yang bisa mendaki bukit.
Untuk yang di Sungai Tenggang dilakukan sejak Minggu (9/1) lalu mengunakan backhoe Ampibi yang bisa mengapung di air. Sedangkan di Karangroto mengunakan backhoe 140.
"Banyak sekali sampah dan enceng gondok yang kita angkut. Dari Sungai Tenggang saja sekitar 16 truk dibuang ke TPA Jatibarang. Dari Sungai Pacar sudah delapan truk, dan di Karangroto kita buang di sampingnya," katanya.
Ia menargetkan normalisasi Sungai Pacar akan berakhir dua hari lagi (besok). "Kalau yang di Kali Tenggang besok (hari ini) karena kan kita masih kumpulkan supaya mempes dulu. Kalau langsung dinaikkan ke TPA akan banyak," jelasnya.
Lurah Tambakrejo Sukiswo mengakui, sampah yang menumpuk di Sungai Pacar dan Kali Tenggang merupakan kiriman dari daerah atas.
Ia berharap ada screening atau filter agar sampah tidak langsung ke sungai. "Kalau ada screening itu akan menghambat sampah masuk ke sungai secara langsung," katanya. (fgr/aro) Editor : Agus AP