Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, bangunan kios yang terbakar ada delapan dari jumlah keseluruhan 11 warung.
"Kalau awalnya seperti apa saya kurang tahu. Tahunya ya ditelpon istri saya pas sedang nyopir sampai Jrakah. Dikabari kalau ada kebakaran ini. Sampai sini (TKP) sudah seperti ini (terbakar)," ungkap Tajudin, di lokasi kebakaran kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (8/12) kemarin.
Terlihat, kios tersebut hangus terbakar, rata dengan tanah, dan yang tersisa hanya puing-puing PKL berupa atap seng. Sebelum berhasil dipadamkan, api terlihat membumbung tinggi dan kepulan asap juga sangat hitam pekat. Mudahnya hangus terbakar lantaran, PKL tersebut sebagian besar terbuat dari bahan kayu.
Tajudin mengakui, belum mengetahui secara persis jumlah kerugian akibat kejadian ini. Pihaknya hanya menyebutkan, total kerugian di perkirakan mencapai puluhan juta Rupiah.
"Milik saya yang terbakar gudang snack. Kerugian, sekitaran diatas Rp 50 juta, baru diisi semua, minggu minggu ini. Saya disini jualan sudah sekitaran 10 tahun," katanya.
Wati, yang juga pemilik PKL di lokasi tersebut juga terlihat masih syok atas kejadian ini. Wajah perempuan tersebut juga memerah, dan mengeluarkan air mata. Ia juga hanya bisa pasrah melihat puing-puing barang-barangnya yang hangus terbakar.
Sementara, Sri yang juga pemilik warung makan mengatakan ketika tempat usahanya terbakar sudah dalam kondisi tidak beraktivitas. Perempuan ini juga sudah sampai rumahnya di Ngaliyan. Hingga kemudian mendapat kabar dan setelah dicek sudah hangus terbakar bersama bangunan PKL lainnya.
"Posisi pas kosong semua, sudah pulang. Yang masih ada orangnya itu bu Wati, mau pulang, terus bau asap, sangit - sangit. Apakah dari di dalam (PKL) soto apa di belakangnya, saya kurang tau. Tau tau ada asap terus kebakaran," bebernya. (mha/bas) Editor : Agus AP