“Pembelian bus listrik ini menjadi langkah awal untuk memulai kendaraan dengan energi terbarukan yang ramah lingkungan,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat penyerahan bus listrik dari PT MAB di halaman balai kota, Jumat (12/8).
Hendi –sapaan akrabnya—menjelaskan, jika bus listrik yang dibuat PT MAB ini sudah dipesan sejak tahun lalu. Setelah diserahkan, Hendi pun langsung mencoba bus tersebut dari Balai Kota Semarang, Imam Bonjol, Piere Tandean, Pemuda, dan kembali ke balai kota. Kesan pertama saat naik bus ini sangat nyaman dan aman.
“Ini kita coba, nah banyak fiturnya juga. Selain nyaman, ternyata bus ini tingkat komponen lokal mencapai 40 persen. Dari keamanan dilengkapi artificial intelligence yang bisa memonitor sopir. Ada pula kamera yang memonitor penumpang,” jelasnya.
Selain bus ukuran besar yang baru saja diterima Pemkot Semarang, Hendi mengaku akan kembali membeli bus listrik lain pada APBD perubahan 2022 tahun ini untuk bus berukuran medium. Rencananya, selain bus, pemkot juga akan membeli mobil listrik yang digunakan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan patroli pada 2023.
“Saya harap ini menjadi sebuah garakan tidak hanya pemkot, namun masyarakat juga bisa membeli kendaraan yang efisien menggunakan tenaga listrik,” tuturnya.
Nantinya, kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Semarang juga akan beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Namun rencana tersebut masih menyesuaikan dengan kekuatan APBD Kota Semarang. Setelah populasi kendaraan listrik semakin banyak, bukan tidak mungkin akan dibangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
"Sebulan yang lalu kami audiensi dengan migas akan mengeluarkan SPKLU di balai kota. Busnya belum datang, jadi belum dilakukan. Tapi, beliau punya rencana itu," katanya.
Direktur Utama PT MAB Kelik Irwantono mengatakan, bus yang dipesan pemkot berukuran 12 meter dengan kapasitas baterai 315 kilowatt hour, dengan jarak tempuh 250 kilometer untuk sekali pengisian listrik.
“Kendaraan listrik ini lebih efisien. Misalnya dari sparepart tidak terlalu banyak. Selain itu juga tidak perlu penggantian oli. Dari sisi energi pun bisa lebih irit dibandingkan memakai solar,” bebernya.
MAB juga memberikan layanan after sales di mana bisa kapan pun melakukan perawatan. Sebab, pabrik ada di Kabupaten Demak, jarak relatif lebih dekat dengan Kota Semarang. Sedangkan untuk kebutuhan pengisian baterai listrik, saat ini sudah tersedia di kantor Dishub. (den/aro) Editor : Agus AP