Seperti diketahui, sebelum menjadi Kampung Pelangi, kampung ini identik dengan perkampungan kumuh. Namun, di tahun 2017, kampung yang dulunya kumuh tersebut disulap menjadi kampung yang penuh warna-warni dan bersih sehingga disebut Kampun Pelangi dan menjadi destinasi wisata unggulan andalan Kota Semarang.
Namun berjalannya waktu, karena terpaan pandemi Covid-19 selama dua tahun kebelakang Kampung Pelangi seolah mati suri. Wisatawan yang biasa berbondong-bondong untuk berselfie atau hanya sekadar mengunjungi Kampung Pelangi tak terlihat lagi. Roda ekonomi warga yang sebelumnya mengandalkan kedatangan para wisatawan juga ikut berhenti.
“Dulu bahkan hampir setiap rumah disini itu jualan. Sekarang sudah sangat berkurang karena ya dampak dari pandemi,” tutur Sudirman, salah satu warga ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang Kamis (21/7/2022).
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang kondisi Kampung Pelangi sejak sepi pengunjung pun mulai tak terawat. Dari mulai spot-spot foto yang mulai ditumbuhi ilalang dan juga cat yang mulai memudar.
“Sebenernya kalau mau di cat ulang itu catnya masih ada, Mbak. Tapi karena kendala di dana untuk tenaga kerjanya yang nggak ada,” jelas warga Kampung Pelangi lainnya Marsinah kepada Jawa Pos Radar Semarang.
“Untuk saat ini ya belum ada konfirmasi dari Pemkot untuk melakukan perbaikan ulang. Semoga bisa segera dilakukan perbaikan atau pengecatan ulang mengingat pandemi juga sudah mulai mereda sehingga ada lagi peluang untuk datangnya pengunjung,” harapnya. (mg14/mg13/bas) Editor : Agus AP