Pemkot Semarang sendiri saat ini tengah melakukan pemugaran makam Mbah Sholeh Darat yang menjadi destinasi wisata religi. Pemugaran makam waliyullah ini dianggarkan Rp 1 miliar.
“Kita sebelumnya sudah melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada ahli waris yang terdampak. Tapi, ada sekitar 50 ahli waris yang tidak bisa dihubungi, dan tidak diketahui keberadaannya," kata Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Murni Ediati kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (13/7).
Karena pembangunan harus dikerjakan, lanjut wanita yang akrab disapa Pipie ini, pihaknya telah memasang spanduk pemberitahuan di area makam agar para ahli waris bisa segera menghubungi Disperkim. Hal ini dikarenakan pihak juru kunci pun tidak tahu keberdaan para ahli waris makam tersebut.
"Yang 50 makam ini terdampak pembangunan joglo ataupun pelebaran jalan. Kita memang tidak melakukan pemindahan, tapi ya harus dikomunikasikan kepada ahli waris. Sayang, data mereka kita tidak tahu," ujarnya.
Namun jika tidak ada ahli waris yang merespon imbauan Disperkim, lanjut Pipie, pembangunan tetap akan dilakukan. Saat ini, revitalisasi makam KH Sholeh Darat yang sudah berjalan, di antaranya pembangunan toilet, tempat wudhu, dan gapura masuk.
"Targetnya dua-tiga bulan ke depan rampung. Ini tinggal jalan dan joglonya. Hambatannya ya cuma susah menemukan ahli waris. Kebanyakan mereka tinggal di luar Semarang," katanya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Abdul Wahab berharap agar pembangunan makam KH Sholeh Darat bisa selesai sesuai target yang ditentukan. Jika molor dari target, dikhawatirkan membuat para peziarah kurang nyaman dan terganggu saat berziarah.
"Kota Semarang merupakan salah satu tujuan wisata religi. Banyak makam waliyullah di sini. Selain makam Mbah Sholeh Darat, ada juga petilasan Syekh Jumadil Kubro, Syekh Nawawi Al-Bantani dari Banten, dan Mbah Kholil Bangkalan Madura. Mbah Sholeh Darat dikenal dengan karomahnya, mengubah bongkahan batu menjadi emas," jelasnya.
Dengan adanya pembangunan yang dilakukan pemkot, kata dia, akan membuat area sekitar makam lebih nyaman bagi peziarah. Antara lain, penambahan beberapa fasilitas, seperti tempat wudhu serta akses jalan masuk dan keluar bagi para peziarah agar lebih mudah dan tertib.
"Harapan kami, dalam pengerjaan rehab bangunan makam Mbah Sholeh Darat ini tidak lambat, agar peziarah bisa segera merasakan kenyamanannya,"harapnya. (den/aro) Editor : Agus AP