Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Bintang Puspayoga mengatakan kebaya menjadi warisan budaya Indonesia. Misi pelestarian busana berbudaya akan didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan tak benda asal Indonesia. “Untuk melestarikan dan mewujudkan hal itu, perlu peran perempuan seperti dalam event ini,” katanya.
Bintang mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelestarian budaya bersama perempuan Kota Semarang. Tentunya, hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah daerah. Semoga apa yang dilaksanakan di Semarang menjadi inspirasi daerah lain. “Mari bersama mendukung tujuan hari ini sebagai penetapan Hari Kebaya dan pendaftaran kebaya di UNESCO," tegasnya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menambahkan, Pemkot Semarang ingin ikut berperan bersama kelompok perempuan hebat. Yang akan membawa kebaya sebagai warisan budaya di UNESCO. "Perlu dibuat progmap, kemarin dari Solo kemudian Semarang diminta menjadi bagian perjalanan ini. Tentu supaya kebaya menjadi nasional dan mendunia," ungkapnya.
Selain parade kebaya, turut disajikan kreatif tentang kebaya mendunia melalui lagu tradisional, tari, dolanan anak tradisional, fashion show ragam era, hingga flashmob kelompok wanita berkebaya. Ada pula edukasi perjalanan sejarah dan jenis kebaya. Pagelaran dikemas dalam 3 babak dipimpin pakar ventriloquist atau pendongeng nasional asal Semarang.
Ia menjadi spotlite pengatur alur cerita dalam rangkaian 3 Babak kelana busana berbudaya ini. Dalam dongengnya dikisahkan ragam perjalanan Kebaya dari masa ke masa atau disebut Kelana. Dalam event penyelenggara men targetkan tanda tangan 500 orang yang peduli akan kebaya.
Peserta event yakni Wakil Wali Kota Semarang, PKK Kota Semarang, Dharma Wanita, GOW, OPD Wanita, Komunitas Diajeng Semarang, IID, Sosialita Alexandra, Rotary Club, Persatuan Istri Insinyur, Alste, Komunitas Denok, DPRD Perempuan, Pelajar Sekolah, Women International, Tim Kebaya Foundation Indonesia, dan Alumni SMANSA. (ifa/fth) Editor : Agus AP