Sedangkan almarhum Wiwin Subiono dari Partai Demokrat digantikan antar waktu oleh Agung Prayitno. Keduanya dilantik Senin (25/4) kemarin di Gedung Paripurna DPRD Kota Semarang.
Adapun dari 55 anggota, saat ini PAW menyisakan satu nama, yakni Dibyo Sutiman dari PDI-Perjuangan yang meninggal beberapa waktu lalu. "Kemarin kita kekurangan anggota, karena ada yang meninggal dan mundur diri juga. Nah pekerjaan rumah kita masih kurang satu, yakni setelah Lebaran PAW almarhum Pak Dibyo," kata Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman.
Pilus –sapaan akrab Kadar Lusman--meminta agar Yosi dan Agung yang baru saja dilantik bisa bekerja sama dengan anggota DPRD lainnya, dan mengisi kekurangan, serta selalu menjaga kekompakan untuk memperjuangkan keinginan masyarakat.
Dia juga berharap anggota dewan baru bisa segera melakukan penyesuaian diri dengan lainnya. “Saya kira tidak butuh waktu yang lama, hanya butuh beberapa pekan saja untuk bisa penyesuaian diri,” pesannya.
Seperti diketahui nama Agung Prayitno sendiri merupakan wajah lama yang sempat menjabat sebagai anggota DPRD Kota Semarang beberapa periode lalu. Sedangkan Yosi saat ini menjabat Ketua DPC Taruna Merah Putih Kota Semarang, Ketua PAC PDI-Perjuangan Kecamatan Gajahmungkur, Wakil Ketua KNPI Jateng, serta Dewan Penasihat Lindu Aji GajahMungkur.
Harapannya, lanjut Pilus, dua wakil rakyat baru ini bisa memberikan motivasi dan lebih semangat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. "Entah lama atau baru, yang penting siap dan mau memperjuangkan aspirasi masyarakat, dan rajin saat ada kegiatan dewan, kerena tugas kita adalah wakil rakyat," tegasnya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang turut hadir dalam pelantikan kemarin menjelaskan, jika formasi dari DPRD Kota Semarang saat ini lebih komplet dan diharapkan jauh lebih baik agar bisa mewujudkan Semarang Semakin Hebat.
"Tidak ada pesan khusus, karena masyarakat kan sudah mendengar janji mereka saat kampanye. Nah saran saya, janji yang diucapkan ini bisa direalisasikan agar masyarakat yang memilih mereka senang dan nyaman," kata Hendi. (den/aro) Editor : Agus AP