Ini adalah tahun kedua pemberian Kue Keranjang tersebut. Menurut Ketua Yayasan Pancaka Krematorium Kedungmundu Aman Gautama, filosofi Kue Keranjang yang berbentuk lingkaran dan lengket adalah simbol keeratan silaturahmi yang tiada ujungnya.
“Persaudaraan tidak ada batasnya dan silaturahmi dapat terus terjalin,” katanya.
Ketua Takmir MAS Kiai Hanif Muslih menuturkan, bantuan dari manapun bisa diterima asal secara syar’i halal.
Hal ini dalam rangka menyambung silaturahmi dan untuk mengakrabkan. Hasil dari pemberian bantuan ini akan dibagikan ke jamaah dan warga yang membutuhkan. Selain itu, akan dibagikan pada hari Ahad karena ada pawai dalam rangka Haflah dan Khataman.
“Tidak ada masalah, tidak ada tujuan ikatan apa-apa, siapapun yang ingin menjalin silaturahmi, kami terima. Tujuannya sebagai warga beragama akan menerima siapapun yang mengajak bersilaturahmi. Justru kalau bisa menghilangkan permusuhan biar hidup rukun meskipun beragam agama dan budayanya,” jelasnya. (cr1/ida) Editor : Agus AP