Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Terapkan Standing Party untuk Pesta Pernikahan New Normal 

Agus AP • Kamis, 11 Juni 2020 | 20:16 WIB
Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GP3I) Jateng melakukan simulasi pernikahan new normal di Hotel Patrajasa Semarang beberapa waktu lalu. (Istimewa)
Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GP3I) Jateng melakukan simulasi pernikahan new normal di Hotel Patrajasa Semarang beberapa waktu lalu. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Menghadapi new normal, Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GP3I) telah menyiapkan draft protokol acara resepsi dan akad nikah di era pandemi. Hal tersebut sebagai langkah adaptasi dari pengusaha. Agar tidak terus merugi akibat pandemi.

Ketua Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (Hastana) Jawa Tengah Nur Kholiq menuturkan, draft tersebut merupakan hasil dari kesepakatan enam organisasi pengusaha pernikahan yang bergabung dalam GP3I. Yakni Hastana, PPJI, Aspendi, Appgrindo, Melati dan HIPDI. Sehingga di dalamnya mengatur semua elemen pernikahan secara lengkap. Seperti pengaturan vendor, dekorasi, katering, tata rias, percetakan undangan souvenir, dokumentasi dan masih banyak lainnya.

"Dengan draft tersebut sudah mengatur detail penyelenggaraan pernikahan dengan sistem new normal. Jadi bisa digunakan untuk panduan para pengusaha," ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi fokus utama pernikahan new normal adalah perihal sosial distancing. Nantinya dalam draft tersebut terdapat pengaturan untuk vendor. Di mana pengantin hanya dapat mengundang tamu sebanyak 50 persen dari kapasitas gedung. Dengan pengaturan tersebut, pengusaha jasa pernikahan dapat membuat dekorasi tempat duduk tamu menjadi renggang. Sehingga antar mereka dapat menjaga jarak aman. Atau juga dapat menerapkan standing party. Di mana para tamu tidak perlu duduk. Dan bisa leluasa berjalan menghindari kerumunan dalam pernikahan.

"Tetap saja ya awalnya sebelum masuk pernikahan harus cuci tangan, diperiksa suhu tubuh dan menggunakan hand sinitizer. Itu sudah standar pokok," imbuhnya.

Dirinya pun mengaku telah melakukan simulasi terkait penerapan sistem tersebut di beberapa hotel. Hasilnya pun memuaskan. Dan memungkinkan pelaksanaan pernikahan new normal dapat diterapkan. Namun bagi calon pengantin yang ingin menyelenggarakan pernikahan di resto atau rumah, pihaknya meminta mereka tidak perlu khawatir. Pasalnya sistem tersebut dapat dimodifikasi. Agar tetap dapat diterapkan untuk pernikahan jenis tersebut.

"Karena kita berpartner dengan hotel makanya diterapkan di hotel. Tapi kalau ada yang minta di rumah kita juga bisa fleksibel untuk mengaturnya. Jadi tidak perlu khawatir," katanya.

Sementara itu draft protokol tersebut disambut baik berbagai pengusaha jasa pernikahan. Salah satunya yakni wedding orginizer Omah Q.

Pemilik Omah Q, Anggra Ayodhia mengaku sangat terbantu dengan adanya draft tersebut. Pihaknya menjadi memiliki panduan untuk membuat penawaran perayaan penikahan di era pandemi bagi calon pengantin. Sehingga tidak ada lagi permasalahan penundaan ataupun pembatalan yang selama ini banyak dikeluhkan pengusaha jasa pernikahan. Dan tentu saja membangkitkan kembali bisnis jasa pernikahan yang sempat meredup saat pandemi.

"Semoga saja dengan draft ini makin banyak lagi calon pengantin yang tertarik untuk kembali menyelenggarakan pesta pernikahan. Karena merasa terjamin dengan protokol kesehatan yang ditawarkan dalam resepsi pernikahan new normal," ujarnya. (akm/zal/bas) Editor : Agus AP
#Pernikahan New Normal #Berita Semarang