Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Manfaatkan Barang Bekas, Bikin Miniatur Lawang Sewu

Agus AP • Rabu, 11 Maret 2020 | 14:30 WIB
KREATIF: Ponco Kusworo Aji, perajin miniatur dari Tambaklorok Semarang yang membuat replika Gedung Lawang Sewu. (DOKUMEN PRIBADI)
KREATIF: Ponco Kusworo Aji, perajin miniatur dari Tambaklorok Semarang yang membuat replika Gedung Lawang Sewu. (DOKUMEN PRIBADI)
RADARSEMARANG.ID,- Hanya menggunakan peralatan sederhana, Ponco Kusworo Aji, warga Tambaklorok, Semarang Utara mampu menghasilkan miniatur bangunan Lawang Sewu. Bahannya pun kebanyakan diambil dari sisa-sisa kayu di lingkungan sekitarnya.(SIGIT ANDRIANTO, Radar Semarang).

DIA hanya menggunakan pisau, cutter, gergaji, dan beberapa peralatan yang bisa ditemui di rumahnya. Alat-alat ini digunakan untuk memotong dan membentuk kayu atau triplek yang ditemui di sekitar rumahnya. Bahan-bahannya kebanyakan dari barang bekas.

Mulanya ia fokus membuat miniatur alat transportasi laut. Belasan miniatur perahu dan kapal sudah dihasilkan dalam berbagai ukuran. Semuanya terpajang di rumahnya hingga berdebu. ”Tapi semakin ke sini pengin membuat yang lainnya. Akhirnya membuat Menara Eiffel dan ikon Semarang, Gedung Lawang Sewu,” ujarnya kepada koran ini.

Ia mengatakan, produk kerajinannya itu sekaligus untuk mempromosikan wisata kota lunpia. Lawang Sewu yang ia buat berukuruan sekitar 180 cm. Bagian demi bagian dibuat dengan merekatkan menggunakan lem. Setelah itu, ia baru menyusunnya menjadi satu kesatuan yang utuh. ”Ukurannya memang cukup besar ketika dirangkai. Jadi, saya copoti dan taruh di kamar. Soalnya rumahnya nggak cukup kalau misalnya terus-terusan dipajang utuh,” katanya. ”Jadinya ini bongkar pasang,” tambahnya.

Untuk membangun miniatur Lawang Sewu ini, ia harus melihat gambar yang diunduh dari Google. Beberapa karya ia membuat dengan mengawang. Namun beberapa lainnya harus mengacu pada bentuk aslinya. ”Biar bisa melihat detilnya,” ujarnya.

Mengenai lama pengerjaan, ia tidak bisa memastikan. Sebab, ia hanya mengerjakan ketika ada waktu luang dan sedang ada mood untuk membuat. Sebenarnya ia katakan, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak sampai satu bulan karya ini bisa jadi. Hasil karyanya ini, kata dia, sering dipinjam tetangga untuk dipamerkan dalam takbir keliling.

Menyulap barang bekas menjadi karya seni sudah dilakukan Ponco sejak lama. Sudah ada banyak karya yang dihasilkan. Seperti kebanyakan perajin kecil, ia terkendala pemasaran. ”Ini hanya buat-buat saja. Biasanya saya pamerkan lewat Facebook,” kata dia.

Ke depan, Aji berkeinginan menghasilkan karya lebih baik lagi. Untuk itu, penghobi motor tua ini ingin memiliki peralatan yang lebih baik. ”Penginnya ada ruang untuk memamerkan hasil karya-karya saya. Sehingga apa yang saya buat bisa laku terjual. Untuk membeli peralatan,” ujarnya. (*/aro)

Editor : Agus AP
#BIKIN MINIATUR MENGGUNAKAN BARANG BEKAS #Manfaatkan Barang Bekas #Bikin Miniatur Lawang Sewu