Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Latih Kejujuran dengan Kantin Nontunai

Agus AP • Rabu, 5 Februari 2020 | 15:15 WIB
RITUAL PEMBEBASAN: Umat Buddha dari Majelis Umat Nyingma, Sangha Tantrayana melepaskan ribuan ekor ikan di Sungai Progo, Kabupaten Magelang, Jumat (2/6) kemarin. (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR MAGELANG)
RITUAL PEMBEBASAN: Umat Buddha dari Majelis Umat Nyingma, Sangha Tantrayana melepaskan ribuan ekor ikan di Sungai Progo, Kabupaten Magelang, Jumat (2/6) kemarin. (ROFIK SYARIF/JAWA POS RADAR MAGELANG)
RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, - Semangat go cashless mulai di gelorakan berbagai instansi dan tempat keramaian. Tidak ketinggalan SMP Negeri 21 Semarang. Mereka mulai memberlakukan kantin dengan menggunakan sistem pembayaran nontunai atau cashless.(Dewi Akmalah/ Jawa Pos Radar Semarang).

Kepala SMP N 21 Semarang, Suwarno Agung Nugroho menuturkan kantin tersebut merupakan salah satu upaya mengajarkan anak didik untuk bertransaksi secara nontunai.

Pasalnya ia percaya semakin berkembangnya zaman maka semakin maju teknologi yang digunakan. Termasuk penerapan cashless tersebut. Maka hal itu pihaknya memberikan fasilitas agar murid dapat beradaptasi dan tidak gagap dengan perubahan yang ada."Program menuju sekolah sehat kan harus ada inovasi. Nah ini lah inovasi kami dengan membuat Kantin Nontunai ," ujarnya.

Dirinya mengaku telah menjalin kerja sama dengan bank untuk membuat aplikasi murah guna penerapan kantin nontunai tersebut. Sama seperti pembayaran digital lainnya, anak dapat mengunduh aplikasi tersebut dan mengisi saldo untuk membayar makanan yang mereka beli. Dengan barcode di setiap makanan, mereka dapat mengetahui harganya dan melakukan transaksi dengan saldo pada aplikasi masing-masing.

"Itu semua nanti yang menjalankan anak-anak. Kami akan berikan pelatihan dulu, nanti mereka yang akan menjalankan sendiri mesin kasirnya. Jadi mereka dapat langsung praktik sendiri," lanjutnya.

Meskipun bersemangat menerapkan go cashless, dirinya menyadari muridnya tidak bisa serta merta langsung beralih menggunakan kantin nontunai tersebut. Maka dari itu pihaknya tetap memiliki empat kantin konvensional yang melayani anak dengan pembayaran tunai. Sekaligus tetap berusaha mensosialisasikan penerapan go cashless di lingkungan sekolah
"Kalau ada yang belum bisa, di belakang kantin ada literasi digital untuk kantin tersebut. Jadi tidak oerlu khawatir murid yang tidak bisa dapat memperoleh literasi tersebut," pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Hari Waluyo mendukung adanya penerapan kantin nontunai tersebut. Pasalnya hal tersebut sejalan dengan program Dinas Pendidikan yang tengah mengiatkan semangat go cashless. Dirinya berharap dengan semakin banyaknya transaksi nontunai akan melatih kejujuran siswa. Sekaligus mengantisipasi siswa melakukan mark up dan penipuan di masa yang akan datang."Saat ini eranya pakai nontunai. Dan kantin nontunai ini bagus. Terutama untuk mengajarkan semangat anti korupsi bagi anak," ujarnya. (akm/bas) Editor : Agus AP
#Latih Kejujuran dengan Kantin Nontunai