Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Jateng Bareng-Bareng Baca Koran Radar Semarang

Agus AP • Selasa, 19 November 2019 | 17:22 WIB

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jawa Tengah bareng-bareng membaca koran Jawa Pos Radar Semarang. Yakni, sebelum pelaksanaan seminar nasional bertema “Hadapi Revolusi Industri 4.0 dengan Budaya Literasi” di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah.

Anggota Dewan Pembina JSIT Indonesia, Sukro Muhab, menuturkan literasi harus digalakkan dengan menumbuhkan budaya membaca koran sebagai media mainstream modern. Apalagi, era digital dan industri 4.0 sudah merambah ke beberapa aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Maka, perlu adanya penyikapan yang bijaksana agar guru dan sekolah tidak kehilangan jatidiri.

“Melalui gerakan literasi, kita hidupkan kembali budaya membaca koran. Guru harus memiliki pola pikir yang terbuka mengikuti perubahan dan ilmu yang senantiasa berkembang. Itu akan berpengaruh kepada nilai mutu guru dan sekolah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang pada Minggu (17/11).

Selain meningkatkan mutu guru dan sekolah, jelasnya, ada beberapa budaya literasi yang harus diperhatikan oleh guru. Antara lain, literasi data, literasi teknologi atau visual dan literasi manusia. “Guru harus cepat beradaptasi mengikuti perubahan zaman. Harus seimbang antara literasi fisik dan literasi visual. Disamping itu, guru harus melek literasi visual agar mampu mewadahi visualisasi tersebut,” paparnya.

Hal senada disampaikan seorang Psikolog, Muhammad Iqbal. Ia menuturkan, budaya literasi menumbuhkan pola pikir yang terbuka. Selain itu, pendidikan karakter juga penting untuk perkembangan psikologis siswa.

“Hal mendasar dalam mendidik, adalah menerapkan cinta dan kasih sayang terhadap muridnya. Tindakan mendidik harus disertai dengan keteladanan sehingga siswa merasa nyaman,” paparnya.

Puncak acara Peringatan Hari Guru Nasional diikuti oleh 550 peserta. Sebelum dimulai, seminar diisi dengan penampilan siswa yang diakhiri dengan pengumuman. Sebelumnya, lomba guru dilaksanakan Sabtu (16/11). (cr2/ida) Editor : Agus AP
#JSIT #GURU