Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Siapkan Lima Kantong Parkir di Kota Lama

Agus AP • Sabtu, 28 September 2019 | 14:12 WIB

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sejalan dengan upaya revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sebenarnya telah menyiapkan kantong-kantong parkir. Beberapa titik bahkan sudah disiapkan sejak 2017. Salah satunya, saat itu BP2KL meminta ruang di depan Satlantas Polrestabes Semarang Semarang agar dijadikan sebagai kantong parkir. Dengan posisi yang dinilai sangat strategis. ”Tapi tidak ditindaklanjuti (Dishub) dan munculnya malah Taman Kota Lama itu,” ujar Hevearita saat menyambangi kantor Jawa Pos Radar Semarang dan diterima Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi dan seluruh pimpinan, Jumat (27/9).

”Sebenarnya sudah saya rintis. Termasuk di PTP (samping Kafe Sepur), Damri, Sendowo dan di depan Kantor Pos. Ada lima kantong parkir yang sudah kami siapkan,” ujar Wakil Wali Kota Semarang ini sambil menunjukkan peta kantong parkir yang sudah disiapkan untuk kawasan Kota Lama Semarang.

Untuk PTP dan Damri, bahkan ia sendiri yang terus mengejar agar dapat segera digunakan sebagai kantong parkir. Dengan pengelolaan yang dilakukan oleh PTP dan Damri sendiri. ”Saya sendiri bahkan yang ke sana. Ini saya bikin surat permohonannya,” ujarnya Mbak Ita –sapaan akrabnya—sambil mengeluarkan kopian surat permohonan yang dimaksud.

Keberadaan kantong parkir ini, kata dia, memang sangat penting untuk menuju Kota Lama Semarang menjadi City Walk atau Car Free Night. Hanya saja, penyiapan kantong-kantong parkir ini memerlukan proses lebih lanjut. Jangan sampai, penyediaan kantong parkir tidak ditunjang fasilitas pendukung lainnya.

Salah satunya yang menjadi perhatiannya adalah mengenai penerangan jalan. Keberadaan lampu di sejumlah titik jalan, menurutnya, harus ada demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung Kota Lama Semarang. ”Minggu depan akan ada pengecekan untuk penerangan. Dari tempat parkir menuju ke Kota Lama itu harus dipastikan terang. Misalnya, di kawasan Jalan Branjangan,” katanya.

”Saya pengin disurvei semua. Sehingga keamanan dan kenyamanan pengunjung benar-benar terjamin,” tambahnya.

Ia mengatakan, dalam hal ini Pemerintah Kota Semarang sudah membuat konstruksi kantong parkir. Pada 2020, kantong parkir akan ditetapkan dengan SK wali kota pada titik-titik tersebut. ”Selama belum ada kantong parkir di Jalan Letjend Suprapto belum bisa bebas kendaraan,” ujarnya.

Untuk penyiapan kantong-kantong parkir ini, pihaknya juga sudah menggelar sejumlah pertemuan/rapat dengan pihak terkait. Dikatakan, ketika sudah diterapkan Car Free Zone nanti, rencananya akan dijaga dengan mempekerjakan security untuk fungsi pengamanan. Mereka akan mengendalikan pengunjung yang parkir sembarangan dan juga para pedagang.

Dengan demikian, lanjut dia, Kota Lama akan benar-benar steril dari parkir liar maupun pedagang. ”Konsepnya seperti di Taman Indonesia Kaya. Jadi, ketika ada yang parkir bisa diarahkan. Kemudian jangan sampai ada yang berdagang juga. Kami sih berharapnya memberdayakan makanan-makanan yang sudah ada di sana,” kata dia.

Hevearita mengakui, beberapa titik parkir yang ada saat ini memang bukan dikelola Pemerintah Kota Semarang. Namun dikelola masyarakat sekitar. ”Saat ini beberapa memang bukan dikelola pemkot,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mbak Ita juga menyinggung soal revitalisasi tiga kawasan lainnya, yakni Kampung Melayu, Kauman dan Pecinan. “Empat kawasan ini ibarat detak jantung. Yakni, kawasan Kota Lama, Kampung Melayu, Kauman dan Pecinan. Keempatnya adalah kawasan Semarang Lama. Jika direvitalisasi, semua akan bergeliat, termasuk roda perekonomiannya,” katanya.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi menilai perkembangan kawasan Kota Lama Semarang sangat luar biasa. Bahkan, secara khusus dirinya telah mengajak semua kru redaksi Jawa Pos Radar Semarang datang ke Kota Lama agar bisa mengenal lebih dekat kawasan Kota Tua ini. “Radar Semarang juga sering memberitakan kawasan Kota Lama sebagai destinasi wisata yang semakin dikenal nasional bahkan hingga ke luar negeri,” ujarnya. (sga/aro) Editor : Agus AP
#Kota Lama