Seluruh hatinya masih tercurahkan untuk mantan kekasihnya. John belum bisa move on. Tapi sudah dikejar deadline untuk menikah. Karena saat itu hanya Lady yang mau dengannya. John pun melamarnya.
Awal pernikahan mungkin berjalan dengan lancar. Tapi lama-lama rumah tangganya berantakan. Lady yang awalnya baik dan begitu perhatian. Setelah menikah berubah menjadi sosok yang mudah marah.
"Padahal di awal bilangnya mau menerima kekurangan saya. Ehh setelah menikah malah berubah," jelas John.
Rumah tangganya pun hanya bertahan kurang dari satu tahun. Baru tiga bulan menikah, John sudah tak tahan ingin berpisah.
Sekuat hati bertahan tetap saja ia tak mampu. Istrinya selalu marah-marah karena hal sepele. Apalagi ketika pulang kerja telat, John tak boleh masuk kamar.
“Ngerti sifat aslinya galak gini, nggak bakal mau aku nikah sama dia,” katanya.
Dibuat geram dengan istrinya, John pun mencari kesenangan lain untuk menghibur dirinya. Ketemulah ia dengan sang mantan kekasih.
Namanya Pretty. Hatinya kembali berdebar. Benih-benih cinta tumbuh kembali.
“Ya, memang dari awal aku belum bisa move on dari Pretty, mau gimana lagi Mbak masih cinta, punya istri juga galak. Ya sudah tak lanjut aja,” ujarnya.
Berbeda dengan istrinya. Menurutnya, Pretty jauh lebih baik. Sifatnya juga tak berubah. Masih baik dan perhatian dengannya. John pun akhirnya memilih untuk berpisah dengan Lady.
“Dari pada terus-terusan nyakitin istri, dan merasa bersalah ya mending pisah aja. Dari awal nikah juga karena terpaksa, buat apa dipertahanin,” katanya.
Saat ini, John masih menjalani sidang perceraian dengan Lady. Setelah benar-benar sah bercerai secara negara dan agama, John berniat untuk menikahi kekasihnya.
“Penginnnya sih cepat-cepat pisah. Setelah nanti dapat akta cerai, mau segera ngurus nikahan sama Pretty,” ujarnya. (kap/aro) Editor : Agus AP