Saat John punya banyak uang, rumah tangan John dan Lady harmonis. Keduanya saling mencintai. Namun ketika usaha suaminya bangkrut. Lady mulai berubah. Ia merasa sang suami sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya lagi. Kehidupan Lady yang awalnya serba glamour dan mewah membuat John terpaksa berhutang. “Aku masih cinta mbak sama Lady. Akhirnya terpaksa utang sana-sini biar dia tetap senang,” jelas John.
Semakin lama, utang semakin menggunung. Usahanya terpaksa tutup karena pandemi. John pun menjual barangnya untuk membayar utang. Lama-lama harta benda pun ludes. John sudah tak punya apapun, kecuali rumah yang ditempati.
“Aku nggak mungkin jual rumah, ini satu-satunya harta peninggalan dari orang tua,” katanya.
Lady tidak sedikitpun peduli dengan kondisi keuangan suaminya. Kerjaannya hanya main, beli skincare, dan pergi ke bar. John mulai lelah harus mengurus semuanya sendiri. Mencari nafkah, membersihkan rumah, dan masak. Lady tidak pernah membantunya. Menyapu saja, ia tak pernah. John sungguh baik. Ia selalu membebaskan istrinya untuk melakukan hal yang disukai.
Suatu ketika Lady minta dibelikan handphone baru. John yang sudah tidak punya uang terpaksa menolaknya.
“Ini baru handphone, belum lipstik, bedak, dan serum. Wah, banyak pokoknya mbak, aku wis ora nduwe duit,” keluh ayah satu anak ini.
Lady yang tak dibelikan handphone marah, dan melarikan diri dari rumah. Selama tiga hari, ia tak pulang. Ternyata Lady ada hubungan dengan mantan pacarnya. Namanya Betrand. Saat pergi dari rumah, Lady menginap di tempat Betrand. Hal ini John ketahui dari teman Lady.
“Temannya cerita ke saya kalau Lady ada main di belakang. Ya sudah ikhlasin aja,” kata John.
Setelah Lady pulang, John pun menalak istrinya. Saat ini, keduanya sedang menjalani siding perceraian. John juga memperjuangkan hak asuh anak agar jatuh kepadanya.
“Hak asuh anak harus jatuh ke tangan saya, Lady aja nggak bisa nyapu, apalagi ngurus anak,” jelasnya. (cr4/aro) Editor : Agus AP