Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Syahdu, Menikmati Alunan Keroncong Di Taman Kedondong

Iskandar • Kamis, 25 Mei 2023 | 16:49 WIB
Caption : Seniman Musik Keroncong Semarang tampil di perayaan 15 Tahun Komunitas Waroeng Keroncong Semarang, yang di gelar di Taman Kedondong, Lamper, Rabu malam (24/5/23). (Ist)
Caption : Seniman Musik Keroncong Semarang tampil di perayaan 15 Tahun Komunitas Waroeng Keroncong Semarang, yang di gelar di Taman Kedondong, Lamper, Rabu malam (24/5/23). (Ist)
RADARSEMARANG.ID, Semarang- “Tersenyum dianya padaku Manis...manis...manis Ku belai rambutnya yang hitam sayang...sayang...sayang”, sepenggal lirik lagu berjudul Manis dan Sayang , terdengar mengalun syahdu menyeruak di tengah Taman Kedondong, Lamper, Semarang Selatan, Rabu malam (24/5/23).

Malam itu, lagu yang di populerkan grup musik legendaris Koes Plus, sengaja di nyanyikan grup musik asal Semarang, Jiplakan Koes Plus atau disingkat JPlus, membuka acara ulang Komunitas Waroeng Keroncong Semarang, yang merayakan hari jadinya ke 15.

Cuaca cerah di Taman Kedondong, semakin menghanyutkan ratusan pecinta musik keroncong, yang malam itu sengaja datang, tak hanya ingin menikmati alunan musik keroncong yang syahdu, namun juga bentuk dukungan atas kiprah seniman musik keroncong di kota Semarang.

Ketua Komunitas Waroeng Keroncong Semarang, Setyanto mengungkapkan, bersama HAMKRI, Komunitasnya sejak 15 tahun silam, menggelar pagelaran musik keroncong, yang di adakan setiap Rabu malam.

”Ada puluhan grup-grup keroncong di kota Semarang, yang rutin secara bergilirian mengisi Semarang Rabu keroncong, seperti malam ini yang tampil JPlus” ungkap Setyanto.

Wuryanto, salah satu pendiri Komunitas Waroeng Keroncong bercerita awal mula berdirinya Komunitas, berangkat dari keprihatinan kondisi musik keroncong di kota Semarang, yang seolah hidup segan mati tak mau.

“Kita itu iri, saat itu kiblatnya keroncong kalau gak Solo atau Jogja,pernah suatu saat kita main ke Solo pas hari biasa weekday, seniman keroncong itu tampil, wah hebat weekday aja mereka dapat tanggapan” kenang pria yang berprofesis sebagai Advokad ini.

Bersama dengan Setyanto dan Marsono, penggiat musik keroncong lainnya, pada Maret 2008 mereka sepakat menghidupkan kembali aktivitas musik keroncong di kota Semarang, setelah lama mati suri.

”Sejak saat itulah, dengan di fasilitasi Dewan Kesenian Semarang, kita adakan pagelaran musik keroncong sebulan sekali, sampai akhirnya secara rutin kita bisa adakan setiap rabu malam” tutur Wuryanto.

Hadirnya Rabu Keroncong oleh Komunitas Waroeng Keroncong Semarang, menjadi obat rindu bagi pecinta musik keroncong di kota ini, salah satunya Kohe Kien Liong.

Pria berusia 83 tahun itu mengaku tak pernah absen, menikmati penampilan grup-grup musik keroncong, yang mendapat giliran tampil.Dia berharap, Keroncong Rabu Malam tetap bertahan.

“Bagi saya keroncong sudah mendarah daging, sejak kecil saya sudah nonton keroncong di kantor Bupati Pati waktu itu,karena itu saya selalu mendukung dan berharap seluruh kru komunitas Waroeng Keroncong tetap guyup,saling menghargai dan lagunya kalau bisa jangan banyak lagu baru” harapnya.

Di usianya yang sudah beranjak remaja, Komunitas Waroeng Keroncong memberikan penghargaan kepada tokoh, penggiat dan masyarakat yang selama ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan musik keroncong di kota Semarang, salah satunya adalah Rukyanto, Ketua HAMKRI Semarang.

Dan,bagi anda pecinta musik keroncong, cobalah datang setiap Rabu malam menikmati musik klangenan ini. Biasanya lokasi Keroncong Rabu malam ini di gilir tempatnya yakni Taman Indonesia Kaya, Taman Nada, Oudetrap Kota Lama dan Taman Kedondong. (Sls)

Caption : Seniman Musik Keroncong Semarang tampil di perayaan 15 Tahun Komunitas Waroeng Keroncong Semarang, yang di gelar di Taman Kedondong, Lamper, Rabu malam (24/5/23). (Ist) Editor : Iskandar