"Iya, ular piton betina jenis sanca macan. Tengah malam tadi baru saya tangkap dibantu temen-teman relawan lainnya," ungkap Relawan Gunungpati Peduli, Sudarsono kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Proses penangkapan butuh waktu cukup lama dan sabar. Sebab, ular tersebut bersarang di tempat yang cukup tersembunyi, yakni di lubang saluran air dekat TPQ. Sehingga harus membongkar tembok saluran air agar dapat memancing ular keluar.
"Gorong-gorong yang menjadi tempat sarang ular cukup tersembunyi. Sehingga warga sering terkecoh saat mencari keberadaan ular. Bisa ditangkap ya sekitaran butuh waktu tiga jam," katanya.
Menurutnya, mengetahui keberadaan ular bersembunyi ditempat tersebut setelah ada warga yang sepintas melihat. Ular piton yang menyatroni lingkungan tersebut sudah selama dua bulan terakhir dan sudah melahap sekitar 15 ekor ayam milik warga.
"Selama ini ular berbobot 13 kilo itu sudah bisa mangsa ayam. Takutnya saat ayam habis ular itu mangsa anak-anak," ujarnya.
Diduga, ular itu datang dari kawasan hutan di sekitar kampung. Pria yang akrab disapa Bawor ini meminta kepada warga untuk harus berhati-hati dan memantau lingkungannya agar terhindari dari reptil yang membahayakan.
"Kerja bakti di lingkungan juga penting sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan aman," pungkasnya. (mha/bas) Editor : Agus AP