Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mudah Belajar Materi Cinta Tanah Air dengan Model TPS

Tasropi • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 19:46 WIB

Dra. SRI PUJI RAHAYU, M.Si
Dra. SRI PUJI RAHAYU, M.Si


RADARSEMARANG.ID, MATA PELAJARAN Pendidikan Pancasila bagi sebagian peserta didik menjadi pelajaran yang menjemukan. Sebab identik dengan hafalan.

Penyebabnya, peserta didik lebih banyak berkomunikasi dengan media sosial daripada membaca. Selain itu penyajian materi yang cenderung kurang menarik bagi siswa.

Dengan kondisi demikian, maka perlu ditindaklanjuti supaya peserta didik dapat tertarik dan senang dalam mengembangkan pikiran.

Sehingga tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat tercapai. Praktis, kualitas pendidikan semakin meningkat.

Pembelajaran yang baik adalah guru sebagai pendidik tidak mendominasi kegiatan belajar mengajar (KBM).

Tapi, lebih menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan dan memberikan motivasi serta bimbingan belajar.

Dengan begitu, peserta didik dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya dalam KBM di kelas.

Dalam pembelajaran di kelas, pendidik diharapkan mampu membuat peserta didik merasa nyaman dan senang terhadap materi yang disampaikan.

Salah satu caranya dengan model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

Model pembelajaran TPS merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif.

Model ini mengedepankan peserta didik untuk berperan aktif bersama teman kelompoknya. Yakni melalui diskusi untuk memecahkan suatu permasalahan.

Penulis, menerapkan model TPS ini di SMP Negeri 38 Semarang pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya materi Cinta Tanah Air, pada siswa kelas VII.

Hasilnya terbukti efektif untuk membentuk variasi suasana diskusi dalam kelas.

Beberapa keunggulan TPS, dapat meningkatkan kemampuan peserta didik. Sebab peserta didik mengingat materi yang dipelajarinya.

Sebab mereka akan menyampaikannya kepada peserta didik lain dalam kelompoknya.

Peserta didik saling menyampaikan idenya dalam menyelesaikan permasalahan bersama dengan teman kelompoknya.

Ada tiga tahapan dalam model pembelajaran TPS, yaitu thinking, pairing, and sharing. Pada tahap thinking, guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Selain itu memberikan apersepsi mengenai materi yang disampaikan dan menyampaikan isi materi.

Dilanjutkan dengan, guru memberikan pertanyaan lalu memberikan waktu beberapa menit untuk peserta didik memikirkan jawabannya. Biasanya waktu 3 menit.

Selanjutnya, tahap Pairing/berpasangan. Pada tahap ini, guru kelas memberikan perintah kepada peserta didik untuk membentuk kelompok dengan cara berpasangan dengan temannya.

Peserta didik mendiskusikan pertanyaan yang sudah diberikan guru sebelumnya dengan teman pasangannya.

Dalam diskusi tersebut terjadi penyatuan pendapat atas jawaban yang mereka pikirkan. Waktunya, kira-kira 5-7 menit.

Terakhir, tahap Sharing/berbagi. Pada tahap ini guru meminta peserta didik untuk menyampaikan hasil diskusinya kepada teman-temannya.

Penyampaian hasil tugas bisa di depan kelas untuk menghemat waktu.
Guru memanggil beberapa kelompok peserta didik untuk menyampaikan hasil jawabannya.

Guru memberikan kesimpulan dan meluruskan jawaban peserta didik dan menambah jawaban peserta didik.

Kelebihan model pembelajaranTPS adalah: peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran. Kedua, , melatih peserta didik untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas.

Ketiga, interaksi peserta didik mudah terjadi dan saling aktif. Keempat, lebih cepat membentuk kelompoknya karena berpasangan. Kelima, timbul rasa percaya diri dan keenam, melatih peserta didik untuk berbicara di depan umum.

 

Dra. SRI PUJI RAHAYU, M.Si

Guru Pendidikan Pancasila SMP Negeri 38 Semarang

Editor : Agus AP
#Pendidikan Pancasila #MODEL PEMBELAJARAN #Think Pair Share