Bagi siswa, belajar sambil bermain adalah salah satu metode belajar yang efektif dan menarik karena suasana belajar lebih bersahabat dengan siswa. Melalui metode pembelajaran ini, selain guru bisa membuat keadaan kelas menjadi lebih hidup, siswa juga menjadi lebih aktif, cerdas, dan kreatif. Namun demikian, bukan berarti pembelajaran harus disampaikan dengan seluruhnya bermain, sekolahpun tetap harus mengajarkan sesuai dengan kurikulum yang ada. Menurut Conny R. Semiawan (dalam Sabil Risaldi, 2014: 29) bermain adalah aktivitas yang dipilih sendiri oleh anak karena menyenangkan, bukan karena hadiah atau pujian.
Untuk mendongkrak minat belajar siswa di SD Negeri Wanar 01 Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, penulis menggunakan permainan Roll Botol pada kegiatan pembelajaran matematika di kelas VI materi pecahan. Permainan Roll Botol merupakan permainan yang dimainkan siswa secara berkelompok. Kegiatan bermain sambil belajar ini pelaksanaannya yaitu siswa terlebih dahulu harus berhasil menjawab benar pertanyaan yang diberikan guru kemudian siswa diberi kesempatan untuk melanjutkan ke tahap Roll Botol dengan menggelindingkan bekas botol air mineral yang sudah diisi air pada papan kertas dengan tiga kategori, yakni excellent, good, dan study hard. Dengan ketentuan excellent skornya 300, good skornya 200, dan study hard skornya 100. Apabila siswa menggelindingkan botol air mineral dan berhenti pada kategori excellent, maka guru memberikan skor 300 pada kelompok tersebut, berhenti pada good memberikan skor 200, dan berhenti pada study hard skor 100.
Adapun langkah- langkah pembelajaran dengan menggunakan permainan Roll Botol adalah sebagai berikut: Pertama, guru menyiapkan pertanyaan yang akan diberikan, dengan cara menyusun pertanyaan berisi semua materi pecahan yang telah diajarkan sebelumnya. Kedua, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok secara adil dengan pertimbangan pemerataan kemampuan siswa, setiap kelompok terdiri dari 3 siswa. Masing- masing kelompok membagi tugas kepada setiap anggotanya untuk bergiliran maju menuliskan jawaban di papan tulis. Kemudian guru menyampaikan aturan mainnya.
Ketiga, guru memulai kegiatan dengan membacakan pertanyaan, masing- masing kelompok harus kompak dalam mencari jawabannya. Salah satu siswa perwakilan kelompok menuliskan jawaban hasil diskusi di papan tulis. Jika jawaban benar kelompok tersebut mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan ke tahap Roll Botol, jika jawaban salah maka kelompok tersebut tidak bisa melanjutkan ke tahap Roll Botol. Siswa yang berkesempatan main Roll Botol adalah siswa yang bertugas maju menuliskan jawaban pada papan tulis. Kelompok terbaik adalah kelompok yang berhasil memperoleh skor paling banyak.
Dengan belajar sambil bermain Roll Botol siswa saling berbagi tugas untuk mengerjakan soal mencari jawaban yang tepat dan berkompetisi untuk mendapatkan skor terbanyak. Kelas menjadi aktif, siswa benar- benar asyik mengikuti kegiatannya tanpa merasa sedang belajar karena masing- masing kelompok fokus menjawab pertanyaan untuk bisa ikut tahap Roll Botol dan mendapatkan skor sehingga pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Untuk itu disarankan kepada para guru agar menggunakan permainan Roll Botol untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. (wa1/ton)
Guru SD Negeri Wanar 01, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang Editor : Agus AP