Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembelajaran Speaking Asyik dengan Berita Viral

T
Penulis: Tasropi❯
Dra Istiyatun Rahayu, M.Pd.
Dra Istiyatun Rahayu, M.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Berbahasa Inggris menjadi keterampilan yang sangat penting di era literasi digital. Tetapi berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, terutama speaking, sering menjadi momok bagi peserta didik.


Advertisement

Sering kita dengar pembicaraan masyarakat bahwa sudah belajar Bahasa Inggris selama sekian lama, tetapi peserta didik masih tidak punya keberanian untuk berbicara dalam Bahasa Inggris.

Alhasil, pembelajaran speaking menjadi hal yang tidak menarik bagi sebagian peserta didik. Mereka yang merasa tidak mampu mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran memakai Bahasa Inggris cenderung diam dan pasif.

Di sisi lain, ada satu ada kebiasaan peserta didik yang saat ini mengglobal, yakni tidak pernah lepas dari gadget.

Advertisement

Hal ini menimbulkan pemikiran penulis sebagai guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Kota Magelang untuk memanfaatkan gadget dalam pembelajaran.

Gadget tersebut dijadikan sarana untuk mendapatkan berita viral di media sosial. Berita viral tersebut bisa dijadikan topik diskusi yang mengasyikkan dalam kelompok speaking session.

Penulis tertarik menggunakan berita viral sebagai bahan pembelajaran yang asyik. Karena hal yang viral selalu menjadi topik yang menarik di masyarakat, tidak terkecuali peserta didik.

Advertisement

Berdasarkan definisi dari KBBI, arti viral berhubungan erat dengan virus dan dunia kesehatan. Dari dunia kesehatanlah kata viral itu muncul.

Penggunaan kata viral saat ini kerap dipakai untuk mengungkapkan suatu pemberitaan yang sudah tersebar dan dibicarakan oleh masyarakat luas.

Pada Capaian Pembelajaran (CP) di kelas XI Fase F tercantum.

Peserta didik menggunakan Bahasa Inggris untuk menyampaikan opini terhadap isu sosial dan untuk membahas minat, perilaku dan nilai-nilai lintas konteks budaya yang dekat dengan kehidupan pemuda dan pada Alur Tujuan Pembelajaran (TP).

Peserta didik memahami pentingnya penggunaan teknologi dan literasi digital untuk konstruksi identitas dambaan mereka.

Berdasar CP dan ATP, penulis memanfaatkan teknologi gadget untuk mendapatkan berita viral yang sedang beredar di masyarakat dan kemudian mengaplikasikannya dalam pembelajaran.

Teknis dari pemanfaatan gadget ini, peserta didik diminta untuk mendiskusikan materi pembelajaran yakni menyampaikan opini (stating opinion), tanggapan setuju (agreeing) dan tidak setuju (disagreeing).

Peserta dibagi dalam kelompok dan mereka berkesempatan berbicara sebagai individu yang berpikiran agree atau disagree. Topik diskusi diambilkan dari berita viral di sosial media.

Contoh, berita viral di Instagram, TikTok, atau Facebook dengan berbagai caption dan komentar netizen bisa dijadikan referensi dalam beropini.

Berita viral mendorong peserta didik menjadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk aktif berbahasa Inggris.

Bersemangat karena berita tersebut sedang menjadi konsumsi pembicaraan publik, sehingga mereka tahu hal ikhwal permasalahan yang muncul di masyarakat dan termotivasi, karena peserta didik mempunyai keinginan untuk urun rembug dalam diskusi tersebut.

Berita viral yang dekat dengan keseharian kita memudahkan peserta didik dalam menyampaikan opini, argumen, dan solusi, baik berupa buah pikiran peserta didik itu sendiri atau sekedar mengambil kutipan/cuplikan dari pendapat netizen.

Dalam pengamatan penulis, jalannya pembelajaran dengan memanfaatkan berita viral, peserta didik terlihat lebih antusias berbahasa Inggris.

Peserta didik yang kemampuan berbicaranya bagus menjadi semakin kreatif dan variatif dalam pemilihan dan penggunaan kosa kata dan bagi peserta didik yang pada awalnya enggan atau takut, menjadi lebih rileks dan terlihat nyaman berbahasa Inggris.

Ada kepuasan tersendiri bagi penulis melihat peserta didiknya leluasa dalam berekspresi dan terlihat gembira selama pembelajaran. (fu/aro)

 

Oleh: Dra Istiyatun Rahayu, M.Pd.

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Kota Magelang

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Padukan Reading Progress dan QuizWhizzer, Asrul Bikin Belajar Bahasa Inggris Lebih Interaktif

Padukan Reading Progress dan QuizWhizzer, Asrul Bikin Belajar Bahasa Inggris Lebih Interaktif

Asrul Sani, guru Bahasa Inggris SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang, menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis digital. Ia memadukan aplikasi Reading Progress pada Microsoft Teams dengan QuizWhizzer.

Sebanyak 7.010 Pelajar Ikuti IYSLO 2026, Adu Kemampuan di Bidang Sains dan Bahasa Tingkat Nasional

Sebanyak 7.010 Pelajar Ikuti IYSLO 2026, Adu Kemampuan di Bidang Sains dan Bahasa Tingkat Nasional

Sebanyak 7.010 pelajar mengikuti ajang tingkat nasional Indonesian Youth Science and Language Olympiad (IYSLO) 2026 secara daring yang diselenggarakan Perkumpulan Pegiat Sains Madrasah (PPSM) Indonesia, Minggu (4/10/2026

Kartu Hidupkan Kelas Bahasa Inggris

Kartu Hidupkan Kelas Bahasa Inggris

Suasana belajar melalui Flying Letters terasa lebih hidup karena kegiatan dikemas seperti permainan. Setiap kelompok mendapat tantangan menyusun huruf sesuai gambar yang diperoleh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer