RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Kejadian kebakaran di lereng Gunung Ungaran diduga akibat cuaca kemarau yang masih berjalan.
Gesekan antara ranting pohon maupun rumput ditambah suhu yang panas membuat pemicu adanya percikan api.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco mengatakan lokasi kebakaran yang letaknya tiga hingga empat kilometer dari pemukiman tersebut bukan lahan produktif.
Melihat dari medanya yang sulit dilalui membuat tim damkar menduga penyebabnya bukan ulah manusia.
"Laporan masuk sekitar jam 17.00. mungkin. Dilihat dari medannya yang curam dan dikelilingi jurang memang tidak dimungkinkan ada orang sengaja membakar. Dugaan kami karena cuaca panas gesekan antar ranting pohon timbul asap dan api,"jelasnya.
Pemadaman pun menggunakan cara manual. Tim dua regu yang dikirim memanfaatkan ranting-ranting yang ada disekiar untuk membantu memadamkan api.
Butuh waktu lima jam. Meski api sudah padam, tim damkar pun tetap berjaga diperbatasan lereng Gunung Ungaran dengan pemukiman warga.
"Sekitar jam 10 malam api sudah padam. Tetapi sampai pagi ini kami juga masih berjaga. Kami pastikan dulu jika memang tidak ada api yang muncul kembali,"lanjutnya.
Sementara itu Kapolsek Bandungan Iptu Jarot menambahkan pihaknya masih terus memantau pergerakan arah rambatan api jika memang muncul titik api lanjutan.
Apabila ada indikasi mengarah ke Dusun Darum atau Dusun yang lain dapat langsung menghubungi damkar, bhabinkamtibmas, maupun polsek terdekat.
"Untuk lahan yang terbakar merupakan wilayah hutan gunung ungaran, bukan lahan produktif milik warga bahkan lokasinya jauh dari lahan milik warga. Kami juga masih terus memantau terutama di area yang dekat dengan pemukiman warga, "pungkasnya. (ria/bas)
Editor : Baskoro Septiadi