
RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Sebanyak 140 desa yang akan melakukan pemilihan kepala desa serentak pada 14 Desember 2026 mendatang.
Pemerintah Kabupaten Semarang menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda sebelum hari H dilakukan.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan pengamanan Pilkades bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri.
Namun merupakan tanggung jawab bersama-sama. Baik itu Polri, TNI, Pemerintahan Daerah, panitia Pilkades, perangkat desa, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. Heru juga menekankan komunikasi dan koordinasi harus terus dilakukan. Sehingga antisipasi potensi ketawanan bisa ditekan.
"Kita harus mampu mengantisipasi berbagai potensi kerawanan mulai pendaftaran hingga penetapan hasil. Untuk jumlah personil yang kita siapkan itu sebanyak 787 personel, terus kemudian kita akan menambahkan bantuan atau BKO personel,"ungkapnya. Rabu (7/10).
Baca Juga: Panitia Pilkades Nyatnyono Siapkan Skenario Ujian CAT, Gandeng Kampus Independen
Sementara itu Kabag Ops Kompol Suramto saat paparan menjelaskan potensi kerawanan sedikitnya ada delapan tahapan krusial.
Potensi yang muncul mulai gangguan keamanan dari tahap persiapan panitia hingga pelantikan kepala desa terpilih. Titik paling krusial berada pada tahap pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Pada tahap ini, potensi kerawanan meliputi antrean panjang yang memicu keributan, mobilisasi massa dan intimidasi di sekitar TPS, hingga penggunaan hak pilih ganda atau pemilih siluman.
Sementara pada saat penghitungan suara, kerawanan yang diantisipasi protes terkait keabsahan surat suara, kericuhan fisik antar saksi dan pendukung, hingga sabotase seperti pemadaman listrik dan perusakan kotak suara maupun dokumen hasilnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




