Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Knalpot Brong dan Bullying Jadi Keluhan Utama Warga Ungaran Barat

M

 


Advertisement

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo saat belanja aspirasi bersama Lurah dan Kades di Ungaran.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo saat belanja aspirasi bersama Lurah dan Kades di Ungaran. 

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menggelar kegiatan "Belanja Aspirasi" bersama para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Ungaran Barat.

Kegiatan tersebut bertujuan mendengar langsung berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah. Dalam kesempatan ini AKBP Heru menyampaikan perihal Kamtibmas dan mengajak kepala wilayah untuk terus membangun komunikasi dengan kepolisian. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 jika menemukan gangguan Kamtibmas.

Advertisement

"Kami membuka ruang dialog untuk menyerap langsung aspirasi dari para lurah dan kepala desa,"katanya. Kamis (29/10).

Sejumlah persoalan juga muncul saat kegiatan Belanja Aspirasi dilakukan. Diantaranya keberadaan kendaraan berknalpot brong yang melintas di permukiman dan dinilai mengganggu kenyamanan warga.

Advertisement

Selain itu, persoalan bullying di lingkungan masyarakat dan sekolah juga menjadi perhatian. Menanggapi keluhan tersebut Heru menegaskan setiap masukan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Pihaknya menekankan Belanja Aspirasi menjadi ruang komunikasi berkelanjutan antara kepolisian dan pemerintah desa/kelurahan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

"Persoalan knalpot brong, Polres Semarang saat ini juga tengah melaksanakan Operasi Patuh Candi 2026, sehingga penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas menjadi salah satu bagian dari kegiatan kepolisian. Kami tampung semua aspirasi yang disampaikan. Ini menjadi masukan bagi kami untuk menentukan langkah dan kegiatan kepolisian ke depan, sehingga apa yang menjadi keresahan masyarakat bisa kita tindak lanjuti bersama,"jelasnya.

Terkait bullying, Polres Semarang terus berkoordinasi dengan dinas terkait serta melakukan monitoring di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Upaya pencegahan dilakukan melalui program Polisi Goes to School.

Dalam program tersebut, personel memberikan edukasi kepada pelajar mengenai tertib berlalu lintas, pencegahan tawuran atau perilaku “kreak”, hingga pencegahan bullying.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Miras dan Botoh Jadi Ancaman Pilkades 2026, Polres Semarang Perketat Patroli dan Pengamanan

Miras dan Botoh Jadi Ancaman Pilkades 2026, Polres Semarang Perketat Patroli dan Pengamanan

Polres Semarang gelar apel hingga simulasi pengamanan Pilkadas serentak di 140 desa. Ada 500 personel yang mengikuti kegiatan tersebut.

Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai, Kapolres Semarang Masuk SD Ingatkan Bahaya Sepeda Listrik

Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai, Kapolres Semarang Masuk SD Ingatkan Bahaya Sepeda Listrik

Usai apel Heru mengunjungi ruang kelas dan berinteraksi langsung dengan siswa SD Negeri Susukan 01 Kecamatan Ungaran Timur. Pihaknya bersama Kasat Lantas mengedukasi pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Detik-Detik Gran Max Hilang Kendali di Tol Bawen–Salatiga, Hantam Guardrail hingga Terjun ke Sawah

Detik-Detik Gran Max Hilang Kendali di Tol Bawen–Salatiga, Hantam Guardrail hingga Terjun ke Sawah

Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Tol Bawen menuju Salatiga KM 454.300A. Ikut wilayah Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jumat (16/10) pagi. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.20 WIB

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer