Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

700 Petugas Sensus Ekonomi Sasar Perusahaan Besar di Kabupaten Semarang

M

Kepala BPS Kabupaten Semarang Dewi Trirahayuni saat lakukan dialog bersama organisasi perangkat daerah di Kantor BPS Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
Kepala BPS Kabupaten Semarang Dewi Trirahayuni saat lakukan dialog bersama organisasi perangkat daerah di Kantor BPS Kabupaten Semarang. Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang
 


Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang kembali lakukan sensus ekonomi 2026. Kali ini sasarannya pada perusahaan besar hingga UMKM yang ada di Kabupaten Semarang.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang Dewi Trirahayuni mengatakan yang paling utama menyediakan indikator-indikator strategis.

Kali ini karena keinginan pemerintah ingin melihat lebih cepat, pertumbuhan ekonomi seperti apa, sehingga di tahun 2025, kita mulai menyajikan angka pertumbuhan ekonominya per triwulan.

Advertisement

Berkaitan dengan data Dewi mengaku masih kesulitan untuk data yang nyata. Artinya masyarakat masih takut atau ragu memberikan data apa adanya. 

"Sumber datanya ini yang masih ragu-ragu ketika harus memberikan datanya, kita berusaha untuk selalu mencukupi apa yang diinginkan oleh pemerintah. Sehingga kami sampaikan kepada masyarakat jangan ragu. Kita pastikan ini tidak berpengaruh kepada pajak,"ungkapnya. Rabu (10/12).

Dewi mengatakan menurunkan 700 petugas untuk membantu mengumpulkan data dari responden.

Advertisement

Sensus sendiri dilakukan dibulan Mei hingga Juli 2026. Bulan Mei nanti sasarannya adalah perusahaan-perusahaan besar yang memiliki sudah memiliki email.

Sehingga pihaknya mengirimkan daftar pertanyaan yang dilakukan pengisiannya dalam bentuk mandiri.

Kemudian untuk Juni dan Juli sasarannya rumah tangga. Para petugas datang ke rumah tangga untuk melakukan sesus lewat pertanyaan-pertanyaan yang lebih lengkap.

"Karena ini ekonomi berarti sasarannya adalah pelaku-pelaku usaha ya. Jadi, semua yang terkait dengan kegiatan ekonomi itu akan kita tanyakan. Seperti omzet kemudian aset yang ada. Jadi, harapannya jadi masyarakat nanti ketika ada petugas yang hadir datang ke rumah. Itu mohon untuk bisa diterima dengan baik, memberikan jawaban yang apa adanya,"lanjutnya.

Dewi menekankan pihaknya tidak menyajikan data mikro tetapi merupakan data olahan. Sehingga dipastikannya tidak mengarah ke pajak.(ria)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Chat WhatsApp Jadi Omzet, 600 UMKM Gabung Komunitas Polypreneur

Dari Chat WhatsApp Jadi Omzet, 600 UMKM Gabung Komunitas Polypreneur

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola komunikasi pelanggan dan kanal penjualan.

Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Wakil Ketua Fraksi PPP sekaligus Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Ja'far Shodiq, menegaskan bahwa ratusan ribu penganggur tersebut bukan sekadar

Ahmad Luthfi Minta 4,2 Juta UMKM di Jateng Naik Kelas 

Ahmad Luthfi Minta 4,2 Juta UMKM di Jateng Naik Kelas 

Ahmad Luthfi menegaskan, 4,2 juta unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di 35 kabupaten/kota harus bertransformasi dari skala mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga mampu menembus pasar ekspor

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer