Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Chat WhatsApp Jadi Omzet, 600 UMKM Gabung Komunitas Polypreneur

F

 


Advertisement

UMKM Naik Level Bareng Polytron bertajuk Dari Chat Jadi Omzet: Optimasi Data CRM dan WhatsApp untuk Bisnis Kuliner di Aroem Restaurant & Ballroom, Semarang, Selasa (27/10). (FIGUR RONGGO WASSALIM)
UMKM Naik Level Bareng Polytron bertajuk Dari Chat Jadi Omzet: Optimasi Data CRM dan WhatsApp untuk Bisnis Kuliner di Aroem Restaurant & Ballroom, Semarang, Selasa (27/10). (FIGUR RONGGO WASSALIM)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pesan pelanggan yang masuk melalui WhatsApp menjadi peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan penjualan. Namun, tanpa pengelolaan yang tertata, peluang tersebut bisa terlewat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola komunikasi pelanggan dan kanal penjualan.

Advertisement

Persoalan itu menjadi bahasan dalam kegiatan UMKM Naik Level Bareng Polytron bertajuk Dari Chat Jadi Omzet: Optimasi Data CRM dan WhatsApp untuk Bisnis Kuliner di Aroem Restaurant & Ballroom, Semarang, Selasa (27/10).

Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM mendapat materi tentang pengelolaan kanal distribusi dan pemanfaatan data pelanggan. Pencatatan transaksi serta riwayat komunikasi dapat membantu pelaku usaha memantau pesanan, mengevaluasi penjualan, dan menjaga hubungan dengan konsumen.

Head of Public Communications Polytron, Vina Julita Wijaya, mengatakan setiap kegiatan memiliki tema berbeda sesuai kebutuhan pelaku usaha. Sebelumnya, pembahasan mencakup pengelolaan keuangan, pencatatan arus kas, branding, hingga pemanfaatan media sosial.

Advertisement

“Kali ini fokusnya bagaimana mengembangkan chat WhatsApp dan digitalisasi supaya kanal distribusi bisa dikelola lebih sistematis,” ujarnya.

Menurut Vina, penguasaan teknologi perlu diiringi pembenahan sistem kerja. Sebab, banyak pelaku UMKM masih menangani berbagai pekerjaan sendiri, mulai dari produksi, belanja bahan baku, pencatatan stok, hingga pelayanan pelanggan.

Karena itu, pelaku usaha perlu mulai menyusun standar operasional prosedur (SOP) dan mencatat transaksi secara rutin. Data penjualan dapat digunakan untuk mengetahui produk terlaris, menghitung keuntungan, dan menentukan kebutuhan stok. Dengan begitu, keputusan bisnis tidak hanya mengandalkan perkiraan.

Untuk mendukung pengembangan usaha, Polytron membentuk komunitas Polypreneur yang beranggotakan pelaku UMKM. Vina menyebut, jumlah anggota terdaftar dari berbagai daerah di Indonesia telah mencapai sekitar 600 pelaku usaha.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja

Wakil Ketua Fraksi PPP sekaligus Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Ja'far Shodiq, menegaskan bahwa ratusan ribu penganggur tersebut bukan sekadar

Ahmad Luthfi Minta 4,2 Juta UMKM di Jateng Naik Kelas 

Ahmad Luthfi Minta 4,2 Juta UMKM di Jateng Naik Kelas 

Ahmad Luthfi menegaskan, 4,2 juta unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di 35 kabupaten/kota harus bertransformasi dari skala mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga mampu menembus pasar ekspor

226 Pengurus MES Jateng Siap Cetak Santri Melek AI dan Dorong UMKM Go Global

226 Pengurus MES Jateng Siap Cetak Santri Melek AI dan Dorong UMKM Go Global

226 Pengurus MES Jateng Siap Cetak Santri Melek AI dan Dorong UMKM Go Global

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer