Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Talut 8 Meter di Nyatnyono Ungaran Ambrol Timpa Rumah Warga

M
Kondisi rumah mbak Jas
Kondisi rumah mbak Jas

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Talut setinggi 8 meter ambrol menimpa rumah warga di Nyatnyono Ungaran Barat. Diketahui rumah tersebut milik Mbah Jas'an.


Advertisement

Terlihat bagian belakang rumah yakni dapur tertutup timbunan tanah dari talut yang ambrol. Saat kejadian Mbah Jas'an bersama istrinya Mbak Sumiati berada didalam rumah.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut hanya tangan sebelah kanan Mbak Jas'an mengalami luka.

Luka tersebut disebabkan karena dirinya yang mencoba lari dari tumpukan material rumah yang ambrol.

Advertisement

Saat ditemui Mbah Jas'an mengatakan sempat mendengar suara gaduh dari arah belakang rumahnya.

Seperti suara genting jatuh, sebelum talutnya ambrol. Sementara dirinya dan istri terpaksa mengungsi ke rumah sebelah yang masih merupakan kerabatnya.

"Pas hujan deras lagi didalam rumah. Sempat dengar suara seperti genting jatuh. Gaduh. Saya lari makanya ini tangannya luka. Tapi alhamdulillah masih diberi keselamatan,"ungkapnya. Rabu (5/11).

Advertisement

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Semarang Mediarso Soelistyo mengatakan hujan dengan intensitas tinggi disertai angin mulai menguyur Ungaran sejak pukul 12 siang.

Karena hujan deras selama sekitar 1,5 jam talut ambrol dan menimpa rumah warga. Pihaknya dibantu oleh warga dan pihak terkait termasuk TNI Polri langsung melakukan pembersihan.

Melihat medannya tidak dimungkinkan alat berat diturunkan. Belum lagi kondisi sekitar lokasi juga terdapat talut-talut lain.

"Kita mengandalkan gotong-royong masyarakat bersama TNI dan Polri. Karena memang alat berat tidak bisa kita turunkan. Kita lakukan pembersihan dan memadamkan aliran listrik terlebih dahulu. Karena cuaca juga masih hujan,"ungkapnya. 

BPBD merinci tidak hanya talud setinggi delapan meter saja yang ambrol. Saat ini pihaknya juga meneruskan laporan kepada DPU, Baznas, PMI dan Dinas Sosial untuk tindakan lanjutan.

Mediarso merinci rumah milik Mbah Jas'an memiliki panjang 10 meter lebar 15 meter dan tinggi empat meter.

Pihaknya menekankan kepada masyarakat untuk tetap waspada meskipun puncaknya diprediksi pada bulan Januari dan Februari 2026.

"Kita perkiraan tinggi talut sekitar delapan meter. Untuk penanganannya memang tidak mengunakan alat berat mengingat medanya tidak memungkinkan. Sehingga kita lakukan secara manual bersama-sama dengan masyarakat, Polri dan TNI,"pungkasnya.(ria)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Knalpot Brong dan Bullying Jadi Keluhan Utama Warga Ungaran Barat

Knalpot Brong dan Bullying Jadi Keluhan Utama Warga Ungaran Barat

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menggelar kegiatan "Belanja Aspirasi" bersama para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Ungaran Barat.

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Raih Gelar Doktor

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Raih Gelar Doktor

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Ungaran Dr. Lila Kusuma Rahayu, S.Si., M.Si. berhasil menyelesaikan disertasi.

Ribuan Maba Universitas Ngudi Waluyo Ikuti PKKMB, Rektor Berpesan Ukir Prestasi hingga Internasional 

Ribuan Maba Universitas Ngudi Waluyo Ikuti PKKMB, Rektor Berpesan Ukir Prestasi hingga Internasional 

Dua ribu mahasiswa baru Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 700 diantaranya mengikuti langsung di GOR Mandala Arogya Sanskriti, Kampus Farmasi Selasa (8/9)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer