RADARSEMARANG.ID – Dunia microstock kembali bikin kejutan. Sejumlah kontributor baru Shutterstock mengaku kaget saat membuka akun mereka.
Tanpa ada satu pun foto, video, atau vektor yang terjual, saldo dollar tiba-tiba bertambah.
Fenomena ini ramai dibahas di komunitas microstock Indonesia. Banyak newbie mengira terjadi kesalahan sistem.
Namun setelah ditelusuri, sumber cuan tak terduga itu berasal dari Contributor Fund, skema pendapatan baru di Shutterstock.
Contributor Fund adalah dana kolektif yang dibayarkan Shutterstock kepada kontributor ketika aset mereka digunakan di luar penjualan lisensi reguler, terutama untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI). Dan kebijakannya ini sudah berlangsung sejak tahun kemarin.
Berbeda dengan sistem microstock klasik yang mengandalkan unduhan, Contributor Fund tidak bergantung pada jumlah download foto atau video.
Shutterstock saat ini menjadi salah satu pemasok data visual terbesar di dunia.
Jutaan foto dan video kontributor digunakan sebagai dataset untuk melatih sistem computer vision dan AI generatif milik perusahaan teknologi global.
Perusahaan seperti OpenAI hingga Google membutuhkan data visual dalam jumlah masif, lengkap dengan metadata yang rapi.
Pendapatan dari lisensi data AI tidak dihitung per unduhan. Shutterstock mengumpulkannya dalam pooled fund atau dana bersama, lalu membagikannya ke kontributor secara proporsional.
Pembayaran ini muncul sebagai item terpisah bertuliskan “Contributor Fund” di laporan penghasilan akun Shutterstock.
Besaran Contributor Fund tidak tetap. Nilainya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti, Jumlah aset yang dimiliki contributor. Relevansi metadata (judul, deskripsi, keyword). Seberapa banyak aset masuk ke dataset AI.
Shutterstock memberikan opsi opt-out bagi kontributor yang tidak ingin karyanya digunakan untuk data licensing dan AI. Namun, konsekuensinya jelas: tidak akan menerima Contributor Fund.
Dengan perkembangan AI yang semakin pesat, Contributor Fund diprediksi akan terus menjadi bagian penting dari ekosistem microstock global—terutama bagi kreator digital Indonesia yang konsisten membangun portofolio.
Contributor Fund kini menjadi sumber pendapatan pasif baru di dunia microstock. Bahkan bagi kontributor yang belum merasakan penjualan reguler, program ini bisa menjadi penyemangat untuk terus berkarya. (han)
Editor : Baskoro Septiadi