RADARSEMARANG.ID - Medsos baru Elaelo belum lama ini telah menjadi sorotan di media sosial.
Hal tersebut diketahui setelah Elalelo mendeskripsikan dirinya sebagai medsos lokal yang diklaim sebagai pengganti media sosial X (Twitter).
Selain itu, platform medsos baru yang memiliki alamat website elaelo.id ini juga diklaim produk besutan pemerintah.
Meski demikian, terdapat fakta menarik yang harus Anda ketahui sebelum mencoba dan menggunakannya.
Saat mengakses laman website Elaelo, pada halaman utama, terlihat logo Burung Garuda Pancasila dan ucapan Selamat datang di elaelo - Medsos Lokal Pengganti X/Twitter.
Di bagian bawahnya terdapat instruksi Masuk dengan kolom Nama Pengguna atau Email dan kolom Kata Sandi.
Pada sisi kiri halaman, terdapat sebuah gambar seperti Topeng Guy Fawkes, yang diketahui sebelumnya muncul dalam film “V for Vendetta” atau lebih dikenal dengan sebutan topeng Anonim.
Saat ingin mengakses profil lengkap Elaelo pada bagian About Us, tidak menampilkan adanya informasi yang muncul di halaman tersebut.
Pada halaman About Us tersebut malah terdapan pesan tertulis yang berbunyi "Situs ini tidak dapat dijangkau".
Keberadaan media sosial Elaelo yang disebut sebagai produk dari Pemerintah ini juga masih belum tersedia di Play Store dan App Store.
Sementara itu, seorang Pengamat Teknologi dari Vaksincom, mempertanyakan tentang keaslian pemilik platform Elaelo tersebut.
Menurut pengamat tersebut, jika platform Elaelo benar-benar dimiliki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), maka akan menimbulkan pertanyaan besar.
Hal tersebut lantaran domain Elaelo dianggap tidak aman, dan pemiliknya pun dikabarkan sedang dicari aksaradigital.
Menurut informasinya, keamanan data pengguna Elaelo juga dikhawatirkan dengan minimnya informasi tentang pengembang platform ini.
Pengamat tersebut mengatakan “Siapa yang klaim Elaelo buatan pemerintah? Domainnya saja tidak secure. Owner-nya dicari aksaradigital”.
Selain itu, ia menegaskan bahwa sebagai regulator pemerintah seharusnya tidak terlibat sebagai pemain dalam industri tersebut.
Pengamat tersebut menambahkan “Kalau benar Kemkominfo sih harusnya jadi pertanyaan besar kok websitenya seperti itu”.
“Lagipula Kemkominfo kan regulator kok jadi pemain,” ungkap pengamat Teknologi dari Vaksincom ini.
Meski demikian, kini situs web Elaelo dan aplikasinya dikabarkan tidak dapat diakses.
Menurut pakar IT, platform ini sulit diakses karena adanya keanehan lain yang ditemukan oleh calon pengguna.
Editor : Baskoro Septiadi