Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Main! Ternyata Ini Jenis Model AI yang Digunakan Aplikasi Edits dari Raksasa Media Sosial

A
Penulis: Aris Hariyanto❯
Meta Edits, aplikasi edit video berbasis teknologi AI.
Meta Edits, aplikasi edit video berbasis teknologi AI.

RADARSEMARANG.ID, - Dunia digital konten kreator terus menghadirkan inovasi yang selalu mengejutkan.


Advertisement

Salah satu yang terbaru datang dari raksasa media sosial, Meta, yang belum lama ini merilis aplikasi edit video canggih yang disebut Edits.

Aplikasi ini resmi telah diluncurkan pada 23 April 2025, dan sudah bisa didownload melalui App Store dan Google Play Store.

Meta Edits diklaim dapat mempermudah konten kreator dalam melakukan proses pengeditan video.

Advertisement

Aplikasi ini juga akan menunjukkan bagaimana teknologi AI (Artificial Intelligence) bisa mendorong batasan kreativitas.

Berdasarkan pengumuman resmi dari Meta, aplikasi Edits memanfaatkan teknologi AI untuk menawarkan berbagai fitur canggih.

Diantaranya seperti pemotongan otomatis, animasi gambar, dan pengeditan yang presisi hingga transisition frame.

Advertisement

Namun, satu pertanyaan yang menarik perhatian banyak kreator adalah: "Model AI apa sebenarnya yang mendasari kehebatan aplikasi ini?”.

Melalui diskusi pengguna yang beredar di media sosial, ada beberapa spekulasi yang menyatakan bahwa Meta mungkin telah mengadaptasi teknologi AI internal mereka.

Teknologi tersebut sebelumnya digunakan di platform Instagram dan Facebook untuk meningkatkan fitur di Meta Edits.

Meski demikian, Meta hingga kini belum memberikan rincian spesifik tentang jenis model AI yang digunakan di Edits.

Akan tetapi, dari informasi para kreator, beberapa fitur unggulannya memberikan petunjuk mengenai teknologi yang diterapkan.

Misalnya, fitur Cutouts, yang secara otomatis memisahkan objek dari latar belakang. Fitur ini kemungkinan besar memanfaatkan Computer Vision berbasis AI.

Menurut mereka (kreator) teknologi AI ini melibatkan jaringan saraf yang dirancang untuk mendeteksi dan memahami elemen visual dalam gambar atau video.

Selain itu, fitur Animate yang mengubah gambar statis menjadi animasi diduga memanfaatkan teknologi AI generatif seperti Generative Adversarial Networks (GANs).

Dengan teknologi ini, aplikasi yang menopangnya dapat menciptakan konten baru, seperti animasi, berdasarkan gambar yang diberikan.

Hasilnya berupa animasi halus dan terlihat alami, yang dapat memberikan sentuhan kreativitas tambahan bagi para kreator.

Alhasil, fitur-fitur canggih seperti Cutouts dan Animate sudah tampak memberikan gambaran jelas tentang kekuatan teknologi AI ini.

Artinya, Mereka telah mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam setiap aspek aplikasi Edits.

Disamping itu, Meta berhasil menciptakan alat yang benar-benar revolusioner bagi para konten kreator di seluruh dunia.

Disisi lain, sejumlah pengguna media sosial menyatakan bahwa aplikasi Edits dapat dianggap sebagai kompetitor CapCut.

Pasalnya, kedua aplikasi tersebut mendukung proses editing video serta distribusi konten di berbagai platform seperti Instagram dan Facebook.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ferry Irwandi Bagikan Rahasia Storytelling yang Mampu Menggerakkan Banyak Orang

Ferry Irwandi Bagikan Rahasia Storytelling yang Mampu Menggerakkan Banyak Orang

Kemampuan bercerita atau storytelling menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Konten kreator sekaligus aktivis Ferry Irwandi mengajak mahasiswa untuk menyampaikan pesan.

Stop Main Clickbait! Pakar Psikologi Digital Ingatkan Influencer Punya Tanggung Jawab Sosial

Stop Main Clickbait! Pakar Psikologi Digital Ingatkan Influencer Punya Tanggung Jawab Sosial

Hindari main clickbait, konten creator tak boleh asal main viral, tapi harus bisa dipertanggungjawabkan

Cancel Culture, Ingatan Politik, dan Kita yang Pernah Memilih

Cancel Culture, Ingatan Politik, dan Kita yang Pernah Memilih

MEDIA sosial punya cara sendiri untuk mengingatkan orang pada masa lalu. Satu unggahan bisa membuat orang lupa apa yang sedang dibicarakan, lalu tiba-tiba membawa kita kembali ke momen Pilpres 2024.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer