Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Dibalik Kendala Teknis Sistem Inti Administrasi Perpajakan, Database Coretax Disorot Pengguna

A
Penulis: Aris Hariyanto❯
Sorotan sistem database Coretax.
Sorotan sistem database Coretax.

RADARSEMARANG.ID - Coretax yang digadang menjadi Sistem Inti Administrasi Perpajakan telah menimbulkan berbagai reaksi pengguna.


Advertisement

Sistem perpajakan Coretax untuk Indonesia ini dilaporkan kerap mengalami kendala teknis yang menghambat beragam proses validasi.

Beberapa pengguna mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap performa sistem Coretax yang dianggap kurang optimal.

Di media sosial, mereka terlihat melaporkan berbagai kendala teknis Coretax. Mulai dari kesulitan login hingga error dalam penerbitan faktur pajak.

Advertisement

Bahkan, wajib pajak (WP) ada yang hanya dapat mengakses Coretax pada waktu dini hari. Sehingga terpaksa begadang untuk menyelesaikan laporan pajak mereka.

"Baru berhasil setelah seminggu drama Coretax ini," ujar salah seorang pengguna.

Usut punya usut, sebuah tangkapan layar error messages beredar di media mainstream yang menyertakan informasi jenis basis data atau database sistem Coretax.

Advertisement

“Eh… pas lagi migrasi data sudah nggak kuat database-nya,” kata seorang pengguna yang diketahui pernah terlibat proyek Coretax.

Padahal, dalam teknologi informasi, jenis database termasuk kategori Backend yang sangat penting dan vital dalam penyediaan mesin basis data dengan server.

Dalam tangkapan layar itu, terlihat sistem database Coretax yang digunakan adalah Tibero.

Melalui penelusuran lebih lanjut, ternyata Tiberio dikembangkan oleh perusahaan TmaxSoft / TmaxTiberio dari Korea Selatan.

Menurut laman situs resminya, TmaxSoft mengklaim sebagai perusahaan terkemuka dalam bidang sistem manajemen basis data (DBMS) di Negeri Ginseng tersebut.

Diketahui, sistem Tibero ini bersifat tertutup alias "closed source," yang berarti kode sumbernya tidak tersedia secara publik dan tergolong asing bagi pengelola basis data di Indonesia.

Seorang pengguna Facebook dengan unggahan tangkapan layar yang sama mengatakan “Platform 1.3T pake database Tibero dari TmaxSoft. Baru kali ini denger ada DB engine namanya Tibero”.

“Kenapa gak pakai yang well-known saja spt PostgreSQL / MS SQL / Oracle? Masa iya budget trilyunan ga mampu bayar license Oracle?,” sambung pengguna Amril Nuryan.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengguna platform X (@hipohan), yang mempertanyakan terkait sistem database Coretax Tiberio.

“Apa betul Coretax dengan dana 1,3 triliun, cuma pakai Tibero yg konon ranking 150 ? Kok bukan Oracle, PostgreSQL, MySQL atau MS SQL Server yg masuk top 5 Database ?,” ungkapnya.

Banyak pengguna lain yang juga menyatakan kebingungan mengapa tidak memilih opsi yang lebih umum dan terpercaya.

Menurut mereka, penggunaan database yang kurang dikenal diduga menjadi salah satu penyebab seringnya error dan bug dalam sistem Coretax.

Seorang pengguna Thread @boniedwin memaparkan “DB closed source buatan korea ga terkenal dipake perusahaan korea aja, bisa jadi malah belum pernah di test hadepin load jutaan user sekaligus, mungkin karena pake vendor korea jadinya ikutan pake DB mereka”.

Meski demikian, masalah teknis bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk integrasi sistem dan kualitas implementasi program.

Sementara itu, pemerintah dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus berupaya memperbaiki masalah yang ada dalam sistem Coretax.

Namun, skeptisisme dari diskusi warganet terkait masalah sistem Coretax masih berlangsung, dan mereka berharap ada penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Semarang Jadi Pilot Project Nasional, KB Bank Sulap Priority Banking Lebih Santai dan Interaktif

Semarang Jadi Pilot Project Nasional, KB Bank Sulap Priority Banking Lebih Santai dan Interaktif

KB Bank membuka cabang baru di Kota Semarang. Menariknya pembukaan kantor ini memiliki layanan priority banking. Menariknya Kota Semarang menjadi pilot project. Layanan ini menghadirkan suasana yang lebih santai.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer