Kepanikan terjadi di area dermaga. Orang-orang suruhan juragan kapal, berusaha menarik kapal-kapal mereka agar tak tersentuh api. Namun lidah api dengan cepat melumat kapal-kapal itu. Bunyi sirine mobil pemadam kebakaran memecah telinga warga Kota Tegal yang tinggal di sekitar pelabuhan. Selain dari Kota Tegal, mobil pemadam kebakaran didatangkan dari Slawi, Kabupaten Tegal, Brebes, dan kota-kota sekitar. Informasi sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp 3 miliar.
H. Tambari, seniman Tegal yang juga seorang juragan kapal mengaku belum tahu persis penyebab kebakaran. Kata Tambari, empat kapalnya turut terbakar. “Dua (kapal) sudah hangus, dua lagi dalam proses pemadaman,” katanya.
Kepala Sie Damkar dan Penyelamatan BPBD Kota Tegal Teguh Supriyadi menuturkan, pihaknya kesulitan memadamkan kapal. Penyebabnya, letak kapal saling berhimpitan. Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad menambahkan, sebanyak 13 kapal terbakar dalam peristiwa tersebut. Petugas damkar personel TNI, Polri dan masyarakat berjibaku memadamkan kobaran api dan mencegah meluasnya kebakaran.
"Kami sedang membuka jalur untuk mengamankan ratusan kapal yang sedang sandar agar tidak ikut terbakar.” (isk) Editor : Agus AP