RADARSEMARANG.ID - Bek andalan timnas Indonesia, Jordi Amat dikabarkan mengalami patah tulang hidung usai laga menghadapi Vietanm, Jumat malam (19/1).
Amat mengalami benturan sehingga harus diganti Rizky Ridho. Untuk itu dia berharap bisa sembuh jelang persiapan melawan Jepang di laga terakhir putaran grup Piala Asia 2023, Qatar.
Ia juga bertekad untuk bermain pada laga penentuan ini dengan menggunakan topeng atau masker pelindung wajah.
"Ya, saya ada patah tulang kecil disebelah hidung saya, saya kira 2 hari istirahat saja cukup untuk penyembuhan dan saya harap saya bisa bermain dengan masker untuk melindungi wajah saya," buka Jordi dilansir dari pssi.org
"Memang tidak nyaman karena menyakitkan tetapi saya berharap peradangannya hilang dalam beberapa hari," sambungnya.
Penggunaan masker atau topeng pelindung oleh pemain sepakbola bukanlah hal yang baru, cara ini bisa dilakukan apabila pemain mengalami cidera pada bagian wajah seperti hidung.
Contohnya seperti Son Heung-min mengenakan topeng ini saat membela Korea Selatan di Piala Dunia 2022.
Sebelumnya Son mengalami cidera pada wajahnya dan mengharuskan dirinya memakai pengaman itu agar tetap bisa bermain.
Meskipun membuat Jordi Amat cidera, pemain keturunan Spanyol ini mengatakan bahwa laga menghadapi Vietnam sangat luar biasa baginya.
Apalagi kemenangan tersebut membuka asa Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023.
"Kemenangan luar biasa bagi Indonesia, kami pantas mendapatkannya. Kami menunjukkan karakter dan semangat dalam laga. Bermain melawan Irak adalah ujian besar, sekarang anda lihat betapa bagusnya mereka dan kami bersaing melawan mereka, jadi sekarang saatnya untuk memulihkan diri, juga diri saya sendiri dan kemudian mari bertarung melawan Jepang," jelas Jordi.
Kemenangan itu membuat Indonesia naik satu peringkat ke posisi ketiga klasemen sementara grup D dengan 3 poin.
Skuad Garuda akan menghadapi Jepang di pertandingan terakhir grup D. Laga ini akan dimainkan di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar pada pukul 14.30 waktu setempat atau 18.30 WIB.
Editor : Baskoro Septiadi